GALAILA KAREN AGUSTIAWAN: SRIKANDI INDONESIA DI KANCAH DUNIA

Sosoknya yang ramah dan lembut tak menjadikan beliau terlihat lemah saat mengerjakan tugas-tugasnya, meskipun, beliau bekerja di bidang industri migas yang katanya merupakan pekerjaan para pria. Galaila Karen Agustiawan, yang akrab di sapa Karen, merupakan salah satu lulusan perguruan tinggi Institut Teknologi Bandung, yang berhasil menduduki jabatan nomor satu di perusahaan BUMN PT. Pertamina. Dia adalah perempuan pertama yang berhasil meraih posisi tertinggi dalam perusahaan milik negara tersebut. Karen yang lulus pada tahun 1983 dari jurusan teknik fisika, memulai karirnya sejak beliau lulus.

Tempat pertama yang menjadi pilihannya adalah PT. Mobil Oil Indonesia hingga tahun 1986, sebagai analis dan programmer dalam pemetaan sistem eksplorasi. Melalui kemampuan dan kecerdasannya, Karen berpindah posisi menjadi seismic processor and quality controlle rselama 2 tahun dan dipercaya menangani beberapa proyek seismik di Rokan, Sumatera Utara dan Madura. Prestasi Karen terus menanjak hingga beliau pernah bekerja pada beberapa perusahaan seperti CGG Petrosystems Indonesia, Landmark Concurrent Solusi Indonesia, dan Halliburton Indonesia.

Berkat pengalamannya yang baik, pemerintah Indonesia mulai melirik dan meminta Karen bekerja di PT. Pertamina pada tahun 2006 sebagai staf ahli direktur utama bidang hulu. Dua tahun berselang, Karen pun menaiki tangga karir yang lebih tinggi, sebagai Direktur Hulu PT PERTAMINA (PERSERO), periode Maret 2008 – 5 Februari 2009. Puncaknya adalah ketika Pertamina memilih Karen sebagai pengganti Ari H. Soemarno, Dirut Pertamina periode sebelumnya.

            Sepenggal kisah di atas mencerminkan bahwa sebenarnya wanita juga memiliki kemampuan yang sama dengan kaum pria. Sayangnya pandangan masyarakat menjadikan wanita kurang mendapat kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya dalam bidang pekerjaan yang identic dengan para pria. Sosok Galaila Karen Agustiawan mewakili wanita yang mampu mematahkan pandangan bahwa wanita hanya berperan sebagai ibu rumah tangga saja dan tidak mampu bekerja secara profesional. Dengan rekam jejaknya yang begitu baik, beliau dapat menjadi panutan bagi banyak wanita di luar sana yang belum mendapatkan kesempatan bekerja.

Tak hanya, kemampuan, Galaila Karen Agustiawan juga memiliki kepribadian yang baik dan dapat menginspirasi semua kaum wanita yang bekerja secara profesional dan juga memiliki tanggung jawab untuk mengurus keluarga. Meskipun beliau bekerja di perusahaan pemerintah, tak pernah sedikitpun beliau melupakan tugasnya sebagai seorang istri dan seorang ibu. Tentunya tidak mudah menjadi seorang wanita yang harus bekerja dan melakukan kewajiban sebagai seorang istri dan ibu. Ada pengorbanan yang harus dilakukan. Pada saat anak pertama dan keduanya masih kecil, Galaila Karen Agustiawan harus menitipkan mereka kepada saudara dan babysitter. Tetapi ketika anak ketiga lahir, beliau merawatnya sendiri dan memutuskan berhenti bekerja. Setelah anak bungsunya masuk taman kanak-kanak, barulah Karen kembali bekerja. Adanya pengalaman mengasuh anak, membuat Karen berpendapat bahwa pekerjaan sebagai ibu rumah tangga tak kalah berat dengan pekerjaan di kantor. Sebagai istri, Karen menjadi seorang istri yang taat dan menjadikan suaminya sebagai pemimpin keluarga. Tidak pernah ada keluhan dari suaminya tentang pekerjaannya yang banyak didominasi oleh kaum pria. Sang suami, Prof. Dr. Herman Agustiawan memberikan dukungan penuh terhadap pekerjaan yang dipilih olehnya. Sejak mereka berdua berkuliah di Institut Teknologi Bandung, sang suami sudah mengenal dan mengerti kondisi pekerjaan Karen. Bahkan adanya anggapan bahwa Karen memiliki karier yang lebih berhasil daripada suaminya, tidak membuatnya mundur dari pekerjaannya. Sang suami, yang bekerja sebagai anggota Dewan Energi Nasional, berpendapat mereka berdua memiliki kelebihan di bidang masing-masing, sehingga tidak perlu ada yang dipersoalkan.

            Sebagai seorang istri dan ibu, Karen benar-benar harus mengatur waktu yang dimilikinya. Beliau selalu mengutamakan keluarga daripada pekerjaannya dan juga berusaha menghabiskan waktu bersama keluarga bila memiliki waktu kosong. Bahkan sesaat sebelum mengikuti meeting di Arab Saudi, Karen menyempatkan diri untuk menaikan ibadah umrah bersama anak-anaknya. Prinsip yang diajarkan kepada anak-anaknya yaitu kualitas pertemuan dalam sebuah keluarga. Oleh karena itu, Karen berusaha untuk masuk ke dalam kesibukan ketiga anaknya dan begitu pula sebaliknya. Ketiga anaknya kini telah memilih bidangnya masing-masing karena sejak awal Karen tidak menginginkan anak-anaknya mengikuti jejak orangtua. “Kamu akan menjadi orang yang sukses saat kamu menjadi dirimu sendiri” adalah kalimat yang diajarkan kepada ketiga anaknya saat mereka masih kecil.

            Ketika wanita menjadi pemimpin dalam bidang yang didominasi kaum pria, itu bukanlah hal yang mudah untuk dijalankan. Kejadian tak mengenakkan pun tak dapat dihindari oleh Karen. Beliau harus memikul beban yang berat sebagai pimpinan perusahaan milik negara, yang seringkali dijadikan kambing hitam atas semua masalah yang terjadi di Indonesia. Mulai dari banyaknya kasus tabung elpiji 3 kilogram yang meledak hingga proses distribusi solar dan bensin yang seringkali macet dan langka di pasaran. Cercaan dan serangan secara verbal sudah menjadi makanan sehari-hari baginya. Bukan pekerjaan mudah menjadi pemegang kekuasaan tertinggi di Pertamina, tetapi Karen terus berusaha dan melakukan yang terbaik sehingga beliau mampu menjadi The Most Achievement Inspiring Woman in BUMN 2013. Banyak hal yang dilakukan Karen agar dapat membawa Pertamina mencapai prestasi hingga saat sebelum dirinya mengundurkan diri. Memiliki visi dan misi yang terarah bagi Pertamina adalah salah satu hal yang ditunjukkan Karen. Tetapi hal ini tidak hanya membawa kebanggaan bagi Karen, tetapi juga banyaknya kesulitan yang dihadapi. Selain adanya tekanan politik, beliau juga harus mampu membagi waktunya dengan keluarga. Menjadi ibu, istri, dan pimpinan tertinggi dalam perusahaan pemerintah bukanlah hal yang mudah.

Masyarakat umumnya masih memandang bahwa wanita hanya bisa menjadi ibu rumah tangga, mengurus rumah dan anak-anak, melayani suami, dan sebagainya. Tetapi di zaman sekarang, peran wanita tidak hanya sebagai ibu rumah tangga saja melainkan juga sebagai wanita yang bekerja atau memiliki karier. Adanya tuntutan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang semakin besar dalam sebuah keluarga, mau tidak mau wanita juga harus membantu suami dalam bekerja. Terlebih jika bidang pekerjaan yang digeluti adalah bidang yang didominasi kaum pria menjadikan wanita seringkali diragukan kemampuannya. Tetapi kisah sukses Galaila Karen Agustiawan, yang juga mendapat penghargaan sebagai wanita paling berpengaruh ke-6 di dunia versi majalah Fortune, di atas dapat menjadi inspirasi bagi kita kaum wanita yang saat ini sedang bekerja atau para mahasiswi yang akan memasuki dunia bekerja. Tak ada yang tak bisa kita lakukan meskipun kita adalah kaum wanita. Tak ada hal yang mustahil bagi kita kaum wanita dan tak ada perbedaan yang signifikan antara kita kaum wanita dan pria. Raihlah apa yang menjadi impianmu, berusahalah untuk mencapainya, dan tetaplah menjadi dirimu.

Maju terus wanita Indonesia, hidup wanita Indonesia!

 

Ditulis oleh:
Vania Christiana Lie
31411074

ARTIKEL LAIN

AGAMA DAN DILEMA DUNIA KERJA

          Kebutuhan manusia akan agama adalah mutlak. Eksistensi Tuhan, kehidupan setelah kematian, dan kebutuhan spiritual lainnya hanya dapat dijawab oleh agama. Namun tidak hanya sampai disitu, seringkali kita juga menggunakan agama dalam berbagai segi kehidupan kita. Mungkin secara tidak sadar kita lebih memilih berteman dengan mereka yang seagama. Dalam hal memilih pemimpin, tentu kita tidak lupa kisah Ahok, Gubernur DKI Jakarta itu. Lalu bagaimana dengan dunia kerja yang seringkali kita dapati penerimaan karyawan dan penentuan jabatannya didasari oleh sebuah agama tertentu? Setuju kah kita?

          Maret 2015 lalu masyarakat heboh dengan lowongan kerja MNC Sky Vision Surabaya yang mengutamakan non-muslim dalam deskripsinya. Sempat ada demo yang memprotes hal ini. Kemudian di tahun yang sama PT. Sushantco Indonesia juga memberi syarat laki-laki muslim bagi para pelamar kerjanya. Tahun 2016 pemilik Hawaii Group menandatangani surat permohonan maaf atas iklan lowongan kerja yang diposting managementnya di Facebook. Pada iklan tersebut Hawaii Group memberi keterangan yang mengutamakan calon pekerja non-Hindu untuk posisi cook. Dan masih banyak lagi lowongan pekerjaan dengan syarat agama yang tidak diblow-up media.

          Sebelum kita mulai menghakimi para pemilik usaha dan managementnya atas syarat agama dalam lowongan pekerjaan mereka ada baiknya kita merenungkan ini. Cara hidup seseorang ditentukan oleh lingkungan, latar belakang suku, budaya dan tidak terkecuali agama. Muslim melakukan shalat sebanyak lima kali dalam sehari, Kristen pergi ke gereja setiap hari Minggu. Umat Hindu sembahyang Trisandya yaitu sebanyak tiga kali pada pagi, siang, dan sore. Tiap agama memiliki waktu dan intensitas yang berbeda dalam beribadah. Maka dalam bekerja pun agama juga punya pengaruh karena merupakan gaya hidup seseorang, setidaknya dalam hal waktu.

          Secara hukum di Indonesia, menggunakan agama sebagai syarat penerimaan pegawai merupakan sebuah pelanggaran. Pasal 5 UU Ketenagakerjaan (UU no.13 tahun 2003) mengatakan “Setiap tenaga kerja memiliki kesempatan yang sama tanpa diskriminasi untuk memperoleh pekerjaan”. Tetapi beberapa perkecualian seharusnya bisa kita buat. Bukankah sebuah restoran masakan China yang mengandung babi tak sepantasnya mempekerjakan seorang muslim untuk memasak? Tentu saja hal ini bukan sebuah tindakan diskriminatif karena seorang muslim diharamkan mengkonsumsi dan bahkan menyentuh babi.

          Pasal 6 UU Ketenagakerjaan juga menjamin para pegawai untuk mendapat hak dan kewajiban yang sama tanpa melihat jenis kelamin, suku, warna kulit, dan lain sebagainya termasuk agama. Promosi dan jabatan adalah hak semua pegawai yang bekerja keras dan kompeten. Namun bukan berarti kita tidak boleh membuat perkecualian dengan syarat agama untuk jabatan tertentu. Karena tiap agama berbeda pengajarannya dalam doktrin, konsep teologis maupun praktis. Kita tentu patut bertanya jika sebuah universitas Kristen dengan visi, misi, dan nilai-nilainya yang Alkitabiah dipimpin oleh seorang rektor beragama Buddha.

          Bukan berarti UU Ketenagakerjaan Pasal 5 dan 6 itu salah. Aturan itu perlu ada untuk meminimalisir hal-hal seperti “Aku bosnya, aku Kristen, karena kamu Konfusian tidak bisa kerja disini” , atau “kamu kurang cantik jadi aku tidak bisa angkat kamu jadi head manager” dan semacamnya. Meskipun pada dasarnya memang itu adalah hak dari para pemilik usaha atau pihak lain yang berwenang. Tapi tanpa alasan yang logis, kuat, dan benar maka para pemilik usaha sebenarnya telah melanggar hak para pegawai atau calon pegawai.

          Dilema agama dalam dunia kerja harus dilihat dari kacamata yang baru dan berbeda. Mulailah dari bertanya apakah pekerjaan atau jabatan itu baik dan benar untuk saya sebagai penganut agama ini? Ketika saya menganut agama Hindu maka lebih baik saya tidak menjadi juru masak sebuah restoran yang menyediakan daging sapi. Atau saya muslim seharusnya saya tidak bekerja di sebuah restoran yang menyediakan daging babi. Ada restoran lain yang tepat buat saya sebagai juru masak untuk bekerja tanpa melanggar ajaran agama saya. Bukan salah restorannya jika mereka memberi syarat non-Hindu dan menolak saya penganut Hindu jika mereka menyediakan hidangan daging sapi. Lain cerita jika saya ditolak jadi dosen seni lukis oleh sebuah universitas Kristen karena saya seorang Buddhis. Tapi tidak tau diri namanya ketika saya seorang Kristen mengajukan diri sebagai rektor di sebuah universitas Islam.

          Maka sejatinya boleh saja menjadikan agama sebagai syarat diterima atau tidaknya seseorang dalam pekerjaan atau jabatan. Selama itu sebenarnya bertujuan untuk kebaikan bersama. Jangan kita mudah menghakimi meskipun banyak ketidakadilan atas nama agama yang memang terjadi di dunia kerja. Lebih penting bagi kita mempersiapkan diri dan bekerja sebaik-baiknya. Tuhan tidak tidur, jika kita setia dan bersungguh-sungguh maka pekerjaan yang baik dan jabatan yang kita impikan akan diberikan juga pada kita.

 

Referensi :

http://candrawiguna.com/komentar-kasus-diskriminasi-lowongan-kerja-di-mnc/

http://www.jogjakarir.com/2015/03/lowongan-kerja-di-pt-sushantco.html

https://student.unud.ac.id/febiani98/news/4690

 

Oleh :

Hendro Richard (42416052)

SOCIOPRENEUR: ABSOLUTELY YAY!

            ABSOLUTELY YAY! Dua kata untuk sociopreneur. Sociopreneur, sebuah kosakata yang mungkin masih asing ditelinga sebagian besar orang. Tetapi, mungkin secara tidak sadar kita telah sering melihat kegiatan tersebut, atau bahkan terlibat di dalamnya. Secara sederhana, sociopreneur dapat dimengerti sebagai suatu usaha dengan basis bisnis namun mengedepankan sisi sosial, yaitu untuk menciptakan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

            Bagi saya, seorang sociopreneur adalah pahlawan di masa kemerdekaan ini. Seorang pahlawan, karena ia membawa perubahan yang nyata bagi masyarakat sekitar, terutama mereka dengan kekuatan ekonomi di bawah rata-rata. Tidak semua orang memiliki niat dan panggilan untuk melakukan pekerjaan sosial yang dapat menolong sesamanya tersebut. Berbagai tantangan dan halangan silih berganti. Menurut saya pribadi, orang-orang yang mau menjadi seorang sociopreneur harus dihargai dan didukung dalam segala usahanya dibidang sosial.

            Menjadi seorang sociopreneur ini seharusnya menjadi kesempatan yang terbuka lebar untuk kita sebagai generasi muda Indonesia. Seperti yang kita ketahui, Indonesia yang sangat luas ini terdiri dari 250 juta rakyat dengan latar belakangnya masing-masing. Tidak semua orang Indonesia berada pada kondisi ekonomi berkecukupan. Bahkan, semakin lama angka pengangguran di Indonesia semakin meningkat.

            Contoh sociopreneur adalah Nadiem Makarim. Namanya memang tidak terlalu populer di telinga kita. Namun, pria berusia 32 tahun tersebut memiliki jasa yang besar, tidak hanya bagi mereka yang membutuhkan pekerjaan tapi juga bagi mereka yang membutuhkan kecepatan waktu, Yap, GO-JEK. Melalui ide kreatifnya, Nadiem Makarim membantu banyak orang. Yang patut disoroti di sini adalah ide kreatifnya untuk membuat sebuah ojek online. Ketika sebagian besar putra bangsa yang menimba ilmu di luar negeri memutuskan untuk berkarir di sana, Nadiem Makarim mengambil keputusan berbeda, yaitu kembali ke Indonesia dan memberdayakan masyarakat kelas bawah melalui aplikasi ojek online yang memudahkan supir ojek mendapatkan pelanggannya.

            Sociopreneur merupakan langkah yang tepat untuk membawa perubahan bangsa Indonesia ini. Selama ini, masyarakat Indonesia sering kali dimanjakan dengan bantuan-bantuan secara langsung (bantuan tunai) dari pemerintah, yang justru merusak mental mereka. Tak sedikit dari mereka yang memilih untuk bertahan hidup dengan mengandalkan bantuan dari pemerintah ketimbang bekerja sendiri. Di sinilah poin utama yang harus diatasi.

            Dengan adanya sociopreneur, perekonomian masyarakat dapat mengalami peningkatan. Di sisi lain, mereka dapat memupuk skill melalui pekerjaan yang dijalani. Secara tidak langsung, mental mereka yang awalnya mungkin hanya berpasarah pada nasib serta bantuan yang diterima, juga akan beralih menjadi semakin semangat dalam mengusahakan yang terbaik bagi kelangsungan kehidupannya dan kehidupan keluarganya.

            Usia bukanlah halangan bagi kita sebagai seorang mahasiswa untuk memulai langkah tepat menjadi seorang sociopreneur. Yang penting bukanlah seberapa besar yang kita lakukan, tapi seberapa besar dampak yang dapat kita hasilkan bagi sesama.

 

 

Referensi

http://www.slideshare.net/NadyaSyabillaA/makalah-sociopreneur

https://sosiopreneur.wordpress.com/tag/ciri-ciri-sociopreneur/

https://pararawendy.wordpress.com/2016/02/07/sociopreneur-dan-dua-contoh-hebatnya/

 

 

oleh:

Regina Bella Rosari (51416001)

m51416001@john.petra.ac.id

Pengumuman Pemenang Undian Souvenir Tracer Study 2017

Tim Tracer Study UK Petra mengirimkan Kuesioner Online Tracer Study pada lulusan 2015 pada tanggal 12 Juli 2017 yang lalu. Sebagai ungkapan terimakasih, UK Petra menyediakan souvenir berupa voucher belanja MAP yang diundi dengan ketentuan sebagai berikut:

  • 50 pemenang dari 150 pengisi pertama mendapatkan voucher sejumlah Rp 200.000
  • 50 pemenang dari 150 pengisi berikutnya mendapatkan voucher sejumlah Rp 100.000

Periode survey telah ditutup pada tanggal 28 Juli 2017 lalu dan pengundian telah dilakukan pada tanggal 1 Agustus 2017.

Pengundian dilakukan dengan memberikan nomor undian pada setiap responden secara urut berdasarkan waktu pengisian. Rumus pengundian dibuat di Ms Excel untuk mengeluarkan 50 angka acak dari angka 1 - 150. 50 Angka acak yang keluar adalah 50 pemenang undian voucher. Proses tersebut dilakukan untuk 150 pengisi pertama, dan juga 150 pengisi berikutnya.

 

Berikut adalah nama pemenang undian Voucher MAP Rp 200.000 :

  1. JESSICA - 25411017
  2. KEVIN WIBOWO - 35411007
  3. AGUSTINUS GANDAWIDJAJA - 26411013
  4. JESSICA WIJAYA LOUIS - 22411015
  5. GABRIEL RIZKIAWAN SANTOSO - 26410114
  6. ENRICO VARIAN ONGGO - 42411065
  7. AILIN EASTERINA - 22410097
  8. WILLIAM WIBISONO - 21411046
  9. MONICA OKTAVIA - 32410053
  10. DICKY LIENARDO LIE - 22411096
  11. RATNA ANGGRAINI - 42411079
  12. DAVID RICHARDO - 33411147
  13. STEFFI THANISSA HALIM - 12410008
  14. VALENTINA WINDA KRISTIANTI - 26410048
  15. IRENE SUSILO - 36411015
  16. ALFINDO JANANTO - 35410023
  17. MARCHELLYN SOENJAYA - 33411057
  18. FERNALDI KURNIAWAN - 34411044
  19. ARDELIA WIDYANATA TJOA - 42411215
  20. BOBBY WILLIAM THERRY - 26411011
  21. YESHINTA TRIVENA DEWI - 32411140
  22. JIMMY MULIAWAN - 26411044
  23. NENCY - 35411035
  24. STEPHANIE VICTORIA WIJAYA - 31411248
  25. RICHARD PANGALILA - 26411081
  26. BELINDA TEDJOKUSUMO - 22410017
  27. FERDIARTO LIMANTORO - 25411031
  28. ELSA ONGKOWIJOYO - 32411056
  29. JANE ANDOKO - 33411043
  30. KEVIN WILLYANTO - 21411075
  31. YEFTA GAVRA GARLAND PERSADA - 21411155
  32. RENDY YUWONO - 24411049
  33. YENNY - 11409013
  34. DANNY TANTRA - 26411040
  35. MARIA VIONITA W. - 22411111
  36. JANET GEORGINA ANDRETA MANOPPO - 32410141
  37. TEGUH WIBISONO SANTOSA - 36411039
  38. JOHANES JOVIAL KOOSWANTORO - 22410107
  39. PAULINA KRISTIANI - 31411025
  40. ANDY JACKSON - 31411111
  41. BRYAN WIDARNO - 21411068
  42. BUDI TIRTO HANTORO - 35410030
  43. FELLY LILIYANA SOENYOTO - 34411048
  44. IRISA CHRISTY OCTAVIA SOEDIMO - 22411063
  45. NONY KEZIA MARCHYTA - 37411045
  46. JESSICA HELENA SUTEDJO - 32410051
  47. DAVID TANUJAYA - 26411043
  48. MARCHELLIA PRASETYA - 42411146
  49. CHRISTIAN YOKO WIJAYA - 25410024
  50. ALBERT BUDIANTO LIADI - 42411114

 

 

Kemudian, berikut adalah nama pemenang undian Voucher MAP Rp 100.000 :

  1. VINCENT CHIPTODJOJO - 26410005
  2. JUWITA PRISCELLA KWONG - 41411067
  3. CLAUDIA PRICILIA CHANDRA - 34411026
  4. ADITYA FERRYANTO - 32411048
  5. ANGGA PRABOWO - 51410139
  6. MARIA CAROLINA PUDJIHARDJO - 33411078
  7. SELIECIA ENDY KRISTANTI - 33410069
  8. ALBERT LEONARD GEJALI - 31411075
  9. ANTHONY NUGROHO - 24411055
  10. JANE LEVINA - 35411015
  11. GRACE HANYTASARI - 42411063
  12. FREDY SUGIMAN - 33410077
  13. OKTAVIA KRISTIN SURYANINGRUM - 22410019
  14. WIDIAWATI LIMANTO - 42410270
  15. RIZKY ALIM SUSANTO - 41410117
  16. SETYAYUDHA LEMBONO - 22410023
  17. ANNEKE DEBORA KUNCORO - 22411044
  18. ARIELLA CORNELIA ANGGONO - 33411024
  19. JEFFRAN STEVANUS GUNAWAN - 33411054
  20. WILSON KONG - 31411237
  21. ELIZABETH NATHANIA WITANTO - 26411113
  22. MICHAEL SUTRISNO - 31411079
  23. MICHAEL - 33410119
  24. CINDY FRANSISCA TANRIM - 22411018
  25. MELANIA WINARTA - 31411133
  26. JESSICA ARIYANTI JASAHARTANA - 32411070
  27. LISA VALENTINE - 32411080
  28. BIANDA VERSA - 36411053
  29. YOHANA ZERLINDA PRANOTO - 42411093
  30. MARITA WIJAYA - 31411287
  31. ANGELINE THRESDY WIJAYA - 22410068
  32. HENDRA WENNADY WIJOYO - 26411063
  33. INDRAWAN ANGGRADINATA - 21411124
  34. PAMELA FELITA - 31410072
  35. WANDA WIJAYA - 42411059
  36. MARVIN EDWAR LESMANA - 22411147
  37. NIO NERISSA ARVIANA BUNTORO - 42411086
  38. YESIKA HARTANTO KARJODIHARDJO - 41411001
  39. AYU ABRIYANTI CHANDRA DEWI - 36411084
  40. NATALI DEVIANA SUTANTO - 41411032
  41. BRIAN SURYANATA - 41410064
  42. STELLA FRANCISS MULIANTO - 32411053
  43. ROSELINEE NATHANIA HALIM - 42411103
  44. ESTEFAN JUNAYDI WICAKSONO - 32411105
  45. AGNES YUSTIVANI DE SIRAT - 26411145
  46. KLEMENS PRAMUDITA - 42411053
  47. STEVEN GUNAWAN - 42411081
  48. TOMMY PRAYOGO - 22410036
  49. JOVITA KOLIN SETIADI - 41411038
  50. RENATA ODILIA HANDOJO - 22410053

 

Pusat Karir akan menghubungi para pemenang untuk menanyakan alamat pengiriman souvenir dan segera mengirimkan souvenir kepada yang bersangkutan.

Selamat untuk para pemenang undian, dan terimakasih atas partisipasinya dalam Tracer Study 2017.