Siapkan Mimpi Melalui Personal Brand Petra Career Camp 2015

Ada ungkapan bijak, pengalaman adalah guru terbaik dalam kehidupan. Namun, apabila pengalaman tidak dibekali dengan ilmu yang memadahi, masa depan akan berlalu sia-sia. Pada 19-24 Juni 2015 lalu, Pusat Karir Universitas Kristen (UK) Petra mempersembahkan sebuah kegiatan pelatihan yang ditujukan untuk mahasiswa. Kegiatan yang bertajuk “Many Dreams, One Team: Welcoming The New Brand Of You,” ini merupakan suatu wadah bagi mahasiswa untuk mendapatkan materi sekaligus pengalaman berharga yang kelak dapat direalisasikan selepas lulus dari bangku kuliah.

Career Camp 2015 berlangsung selama satu hari di Surabaya dan selama lima hari di Bali. Seluruh materi yang dipersiapkan selama kurang lebih satu tahun oleh tim Pusat Karir UK Petra diselaraskan dengan topik “Making Your Own Personal Branding.” Personal Branding merupakan aspek penting dalam setiap pribadi yang dapat menentukan kesuksesan seseorang. Menurut Jessie Monika, Training Coordinator Pusat Karir UK Petra, tujuan awal Career Camp adalah untuk memberi pelatihan dalam satu rangkaian kegiatan besar dengan materi yang mumpuni. Awalnya, pelatihan-pelatihan serupa acap kali diadakan sebulan satu hingga dua kali. Seiring berjalannya waktu, Career Camp diadakan untuk memfasilitasi beragam materi dalam satu kesempatan bersama.

Sementara itu, selama berada di Surabaya, para peserta diberi bekal ilmu mengenai personal branding yang kemudian akan dipraktikkan ketika berada di Pulau Dewata. Hari pertama diawali dengan adanya sesi Self Identifying dimana seluruh peserta mengikuti tes pengenalan Multiple Intelligence beserta arahan dan penjelasan oleh Magdalena Ratuhaba. Sesi penting selanjutnya adalah sesi “Marketing and Personal Branding” oleh Stephen Ng, pendiri sekolah brand communication pertama di Indonesia.

Beberapa poin penting pada kedua sesi ini adalah mengenai pentingnya personal branding dalam setiap orang serta langkah-langkah untuk membangun personal brand tersebut. Setiap orang harus mempunyai personal branding dikarenakan adanya kebutuhan akan kepercayaan dan pengakuan dari orang lain, serta kebutuhan untuk memasarkan produk atau jasa yang nantinya akan dijual ketika bekerja. How you look + how you speak + how you act = your personal brand.

Sesi yang tak kalah penting lainnya adalah sesi mengenai legalitas bisnis muda pada zaman ini di Indonesia yang dibawakan oleh Hans Edward Hehakaya, pengacara di Surabaya. Pada sesi tersebut, Hans Edward, memberi informasi seputar bisnis yang membutuhkan legalitas di tengah maraknya plagiarisme produk maupun jasa. Selain itu Hans juga memberi tips-tips kepada peserta yang ingin membuka bisnis baru, seperti adanya unsur konten lokal pada produk atau jasa, kreativitas serta peluang kerja sama dari berbagai pihak. Setelah Sesi usai, para peserta bersiap-siap untuk keberangkatan ke Bali menggunakan bus.

Keesokan harinya, seluruh peserta beserta panitia telah sampai di Hotel Puri Nusa Indah, Sanur, Bali. Peserta yang mengikuti Career Camp berjumlah 43 orang dan sudah dibagi menjadi lima kelompok besar yang terdiri dari tujuh hingga delapan orang. Nantinya tim tersebut akan selalu bersama hingga penghujung acara. Setelah itu, acara dimulai kembali dengan kegiatan Clash of Sandwich pada pukul 19.00-21.00 WITA. Pada kegiatan ini, setiap tim diwajibkan membuat menu sandwich inovatif dengan cita rasa yang lezat. Setiap tim juga wajib untuk membuat perencanaan keuangan serta perencanaan bahan makanan yang akan dibeli. Kemudian, hasil makanan yang dibuat akan dipresentasikan di hadapan juri.

Hari ketiga dan keempat merupakan puncak acara pada Petra Career Camp 2015 ini. Panitia menerapkan konsep amazing race agar para peserta memperoleh pengalaman baru sekaligus hiburan keliling kota. Selanjutnya, setiap tim diberi modal sebesar Rp. 700.000,00 untuk membeli barang-barang yang kemudian akan dijual langsung di Pantai Kuta, Bali pada esok harinya. Setelah diberi modal, setiap tim harus memanajemen uang tersebut agar modal tersebut kembali alih-alih mendapat keuntungan. Setiap tim juga akan berkeliling ke lima pos berbeda dengan titik kumpul serta titik kembali di Terminal Batubulan, Bali. Peserta diberi kebebasan untuk mengatur segala sesuatu mulai dari transportasi, konsumsi hingga keuangan untuk membeli barang-barang yang akan dijual kembali.

Rute beserta pos yang akan disinggahi diantaranya adalah Wisata Agrokopi, Pasar Seni Sukowati, Pusat Kerajinan Tenun dan Songket Putri Ayu, Pusat Kerajinan Lontar Pucuk Lontar Mas, dan Pusat Kerajinan Baju Barong Desa Beng. Pos-pos tersebut mempunyai permainan-permainan yang menguji kekompakan tim. Di lokasi Wisata Agrokopi, terdapat tantangan untuk menebak jenis minuman yang tersedia. Bila dapat menjawab tantangan itu, tim akan mendapat tambahan uang. Di pos Pasar Seni Sukowati, tim harus membeli tiga buah canang yang berisi sesajen untuk berdoa dan tim tersebut harus mengambil foto di tempat-tempat yang telah ditentukan.

Pada pos pusat kerajinan tenun dan songket, tim harus memecahkan sandi bertuliskan aksara Bali. Di tempat ini, peserta dapat berinteraksi langsung dengan ibu-ibu yang sedang memintal benang dan menenun kain khas pulau seribu Pura itu. Pada pos kerajinan lontar, peserta diajak untuk belajar membuat anyaman dari daun lontar. Kemudian, tim diberi kesempatan untuk memilih barang yang akan dijual. Pada pos pusat kerajinan baju barong, tim diberi tantangan untuk mengumpulkan baju barong dengan warna dan ukuran sama. Setiap tempat yang dikunjungi selama City Adventure hari pertama itu akan memberi wawasan dan pengalaman baru kepada setiap individu maupun kelompok.

Hari keempat, kelompok menjual barang-barang yang telah dibeli di Pantai Kuta, Bali dan harus mengembalikan modal yang telah dipinjamkan. Lagi-lagi, kekompakan dari tim yang ada diuji dengan proses penjualan yang cukup berat dikarenakan tim harus bekerja sama dengan penjual setempat. Kendala lain yang menjadi polemik seperti yang diungkapkan oleh Stefanus Kevin selaku Ketua Panitia, adalah adanya keengganan pedagang di Pantai Kuta menerima ‘pedagang’ lain yang baru datang. Disinilah kemampuan bernegosiasi tiap peserta diuji. Syukur, tidak ada pertikaian ataupun kesalahpahaman dengan warga setempat, bahkan para peserta membaur dengan para pedagang lokal untuk menjualkan barang-barang mereka dengan syarat dan ketentuan yang mereka rundingkan sendiri.

Hari keempat merupakan hari yang cukup padat karena setiap kelompok berjualan barang dari pukul 10.00-17.00 WITA. Awalnya, setiap kelompok memiliki semangat dan daya juang tinggi, namun lama kelamaan semangat itu pudar. Sore menjelang, banyak anggota kelompok yang merasa lelah kemudian menyerah. Malam terakhir, terdapat sesi sharing mengenai apa yang telah didapat selama City Adventure dalam kurun waktu dua hari tersebut. Peserta-peserta membentuk sebuah lingkaran berukuran besar dan beberapa perwakilan kelompok mengungkapkan pengalaman yang telah didapat. Kegiatan di malam terakhir ditutup dengan unjuk bakat peserta serta panitia dan pool party.

Dari seluruh peserta yang mengikuti kegiatan ini, ada beberapa yang berasal dari universitas lain. Salah satunya adalah Kensa Felin yang berasal dari Maluku dan kini tengah melanjutkan studi di Universitas Atmajaya, Yogyakarta. Menurutnya, Petra Career Camp ini sangat bermanfaat dan ia merasa mendapat banyak pelajaran berharga. Awalnya, perempuan ini diajak ikut oleh saudaranya yang bersekolah di UK Petra. Seiring berjalannya waktu, Felin, panggilan akrabnya, merasa mendapat banyak pelajaran dari seluruh rangkaian kegiatan Career Camp 2015. “Ya, kegiatannya jangan cuma lima hari dan City Adventure-nya juga jangan dua hari,” harapnya.

Lain halnya dengan Kensa Felin, Kevin Vielden, mahasiswa Ilmu Komunikasi UK Petra, merasa tertarik mengikuti kegiatan tersebut dikarenakan untuk mengisi waktu libur semester. “Seru dan tidak membosankan, apalagi kegiatan yang paling asyik adalah City Adventure hari pertama,” kesannya terhadap kegiatan dua tahunan ini. Serupa dengan Kevin Vielden, Yessy Elfira Latutjiu, mahasiswi Akuntansi Bisnis UK Petra ini memiliki motif mengisi liburan untuk mengikuti kegiatan ini. “Bikin nagih, berfungsi banget buat belajar jadi entrepreneur,” ujarnya mengenai keseluruhan acara Career Camp 2015. Untuk acara Career Camp dua tahun lagi, Yessy berharap dapat mengikuti kegiatan ini untuk memperbanyak teman dan pengalaman.

Menurut Yosua Divers Parulian, Career Camp 2015 memberi banyak manfaat dalam diri pribadinya. Ia ingin mengerti bagaimana dunia wirausaha dan ternyata dapat terealisasi pada acara ini. Kegiatan yang paling menarik minatnya adalah ketika memulai perjalanan bisnis. Dimulai dari membeli sampai menjual kembali.Mahasiswa UK Petra asal Palangkaraya, Kalimantan Tengah ini  merasa bahwa Career Camp dapat memenuhi kebutuhannya akan ilmu serta pengalaman.

Sementara itu, Stefanus Kevin, Ketua Panitia Career Camp 2015 berharap agar seluruh mahasiswa yang berminat untuk mengikuti kegiatan ini tidak berorientasi pada kredit poin (KP) semata. “Ikut Career Camp ini jangan karena KP-nya. Ke depannya camp  ini bisa mempersiapkan mahasiswa setelah lulus kuliah. Mindset diubah dan akan dibekali dengan materi yang tidak murahan istilahnya,” harapannya untuk kegiatan Career Camp selanjutnya. Kendati mengalami berbagai kendala, Stefanus dan rekan-rekan panitia dapat mengatasi permasalahan yang ada dengan baik.

Baik peserta maupun panitia, Career Camp 2015 tentu memiliki kesan yang beragam di benak masing-masing. Suka, duka, telah dilalui untuk suatu tujuan bersama, memproses diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan derdampak untuk orang lain.

 

*Keep holding on pada mimpimu, terus kejar tanpa kau ragu. Keep moving on, biarkan yang berlalu, sambut hari baru.. (Ran, Hari Baru)

 

-Beata Anandika/51412062-

ARTIKEL LAIN

AGAMA DAN DILEMA DUNIA KERJA

          Kebutuhan manusia akan agama adalah mutlak. Eksistensi Tuhan, kehidupan setelah kematian, dan kebutuhan spiritual lainnya hanya dapat dijawab oleh agama. Namun tidak hanya sampai disitu, seringkali kita juga menggunakan agama dalam berbagai segi kehidupan kita. Mungkin secara tidak sadar kita lebih memilih berteman dengan mereka yang seagama. Dalam hal memilih pemimpin, tentu kita tidak lupa kisah Ahok, Gubernur DKI Jakarta itu. Lalu bagaimana dengan dunia kerja yang seringkali kita dapati penerimaan karyawan dan penentuan jabatannya didasari oleh sebuah agama tertentu? Setuju kah kita?

          Maret 2015 lalu masyarakat heboh dengan lowongan kerja MNC Sky Vision Surabaya yang mengutamakan non-muslim dalam deskripsinya. Sempat ada demo yang memprotes hal ini. Kemudian di tahun yang sama PT. Sushantco Indonesia juga memberi syarat laki-laki muslim bagi para pelamar kerjanya. Tahun 2016 pemilik Hawaii Group menandatangani surat permohonan maaf atas iklan lowongan kerja yang diposting managementnya di Facebook. Pada iklan tersebut Hawaii Group memberi keterangan yang mengutamakan calon pekerja non-Hindu untuk posisi cook. Dan masih banyak lagi lowongan pekerjaan dengan syarat agama yang tidak diblow-up media.

          Sebelum kita mulai menghakimi para pemilik usaha dan managementnya atas syarat agama dalam lowongan pekerjaan mereka ada baiknya kita merenungkan ini. Cara hidup seseorang ditentukan oleh lingkungan, latar belakang suku, budaya dan tidak terkecuali agama. Muslim melakukan shalat sebanyak lima kali dalam sehari, Kristen pergi ke gereja setiap hari Minggu. Umat Hindu sembahyang Trisandya yaitu sebanyak tiga kali pada pagi, siang, dan sore. Tiap agama memiliki waktu dan intensitas yang berbeda dalam beribadah. Maka dalam bekerja pun agama juga punya pengaruh karena merupakan gaya hidup seseorang, setidaknya dalam hal waktu.

          Secara hukum di Indonesia, menggunakan agama sebagai syarat penerimaan pegawai merupakan sebuah pelanggaran. Pasal 5 UU Ketenagakerjaan (UU no.13 tahun 2003) mengatakan “Setiap tenaga kerja memiliki kesempatan yang sama tanpa diskriminasi untuk memperoleh pekerjaan”. Tetapi beberapa perkecualian seharusnya bisa kita buat. Bukankah sebuah restoran masakan China yang mengandung babi tak sepantasnya mempekerjakan seorang muslim untuk memasak? Tentu saja hal ini bukan sebuah tindakan diskriminatif karena seorang muslim diharamkan mengkonsumsi dan bahkan menyentuh babi.

          Pasal 6 UU Ketenagakerjaan juga menjamin para pegawai untuk mendapat hak dan kewajiban yang sama tanpa melihat jenis kelamin, suku, warna kulit, dan lain sebagainya termasuk agama. Promosi dan jabatan adalah hak semua pegawai yang bekerja keras dan kompeten. Namun bukan berarti kita tidak boleh membuat perkecualian dengan syarat agama untuk jabatan tertentu. Karena tiap agama berbeda pengajarannya dalam doktrin, konsep teologis maupun praktis. Kita tentu patut bertanya jika sebuah universitas Kristen dengan visi, misi, dan nilai-nilainya yang Alkitabiah dipimpin oleh seorang rektor beragama Buddha.

          Bukan berarti UU Ketenagakerjaan Pasal 5 dan 6 itu salah. Aturan itu perlu ada untuk meminimalisir hal-hal seperti “Aku bosnya, aku Kristen, karena kamu Konfusian tidak bisa kerja disini” , atau “kamu kurang cantik jadi aku tidak bisa angkat kamu jadi head manager” dan semacamnya. Meskipun pada dasarnya memang itu adalah hak dari para pemilik usaha atau pihak lain yang berwenang. Tapi tanpa alasan yang logis, kuat, dan benar maka para pemilik usaha sebenarnya telah melanggar hak para pegawai atau calon pegawai.

          Dilema agama dalam dunia kerja harus dilihat dari kacamata yang baru dan berbeda. Mulailah dari bertanya apakah pekerjaan atau jabatan itu baik dan benar untuk saya sebagai penganut agama ini? Ketika saya menganut agama Hindu maka lebih baik saya tidak menjadi juru masak sebuah restoran yang menyediakan daging sapi. Atau saya muslim seharusnya saya tidak bekerja di sebuah restoran yang menyediakan daging babi. Ada restoran lain yang tepat buat saya sebagai juru masak untuk bekerja tanpa melanggar ajaran agama saya. Bukan salah restorannya jika mereka memberi syarat non-Hindu dan menolak saya penganut Hindu jika mereka menyediakan hidangan daging sapi. Lain cerita jika saya ditolak jadi dosen seni lukis oleh sebuah universitas Kristen karena saya seorang Buddhis. Tapi tidak tau diri namanya ketika saya seorang Kristen mengajukan diri sebagai rektor di sebuah universitas Islam.

          Maka sejatinya boleh saja menjadikan agama sebagai syarat diterima atau tidaknya seseorang dalam pekerjaan atau jabatan. Selama itu sebenarnya bertujuan untuk kebaikan bersama. Jangan kita mudah menghakimi meskipun banyak ketidakadilan atas nama agama yang memang terjadi di dunia kerja. Lebih penting bagi kita mempersiapkan diri dan bekerja sebaik-baiknya. Tuhan tidak tidur, jika kita setia dan bersungguh-sungguh maka pekerjaan yang baik dan jabatan yang kita impikan akan diberikan juga pada kita.

 

Referensi :

http://candrawiguna.com/komentar-kasus-diskriminasi-lowongan-kerja-di-mnc/

http://www.jogjakarir.com/2015/03/lowongan-kerja-di-pt-sushantco.html

https://student.unud.ac.id/febiani98/news/4690

 

Oleh :

Hendro Richard (42416052)

SOCIOPRENEUR: ABSOLUTELY YAY!

            ABSOLUTELY YAY! Dua kata untuk sociopreneur. Sociopreneur, sebuah kosakata yang mungkin masih asing ditelinga sebagian besar orang. Tetapi, mungkin secara tidak sadar kita telah sering melihat kegiatan tersebut, atau bahkan terlibat di dalamnya. Secara sederhana, sociopreneur dapat dimengerti sebagai suatu usaha dengan basis bisnis namun mengedepankan sisi sosial, yaitu untuk menciptakan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

            Bagi saya, seorang sociopreneur adalah pahlawan di masa kemerdekaan ini. Seorang pahlawan, karena ia membawa perubahan yang nyata bagi masyarakat sekitar, terutama mereka dengan kekuatan ekonomi di bawah rata-rata. Tidak semua orang memiliki niat dan panggilan untuk melakukan pekerjaan sosial yang dapat menolong sesamanya tersebut. Berbagai tantangan dan halangan silih berganti. Menurut saya pribadi, orang-orang yang mau menjadi seorang sociopreneur harus dihargai dan didukung dalam segala usahanya dibidang sosial.

            Menjadi seorang sociopreneur ini seharusnya menjadi kesempatan yang terbuka lebar untuk kita sebagai generasi muda Indonesia. Seperti yang kita ketahui, Indonesia yang sangat luas ini terdiri dari 250 juta rakyat dengan latar belakangnya masing-masing. Tidak semua orang Indonesia berada pada kondisi ekonomi berkecukupan. Bahkan, semakin lama angka pengangguran di Indonesia semakin meningkat.

            Contoh sociopreneur adalah Nadiem Makarim. Namanya memang tidak terlalu populer di telinga kita. Namun, pria berusia 32 tahun tersebut memiliki jasa yang besar, tidak hanya bagi mereka yang membutuhkan pekerjaan tapi juga bagi mereka yang membutuhkan kecepatan waktu, Yap, GO-JEK. Melalui ide kreatifnya, Nadiem Makarim membantu banyak orang. Yang patut disoroti di sini adalah ide kreatifnya untuk membuat sebuah ojek online. Ketika sebagian besar putra bangsa yang menimba ilmu di luar negeri memutuskan untuk berkarir di sana, Nadiem Makarim mengambil keputusan berbeda, yaitu kembali ke Indonesia dan memberdayakan masyarakat kelas bawah melalui aplikasi ojek online yang memudahkan supir ojek mendapatkan pelanggannya.

            Sociopreneur merupakan langkah yang tepat untuk membawa perubahan bangsa Indonesia ini. Selama ini, masyarakat Indonesia sering kali dimanjakan dengan bantuan-bantuan secara langsung (bantuan tunai) dari pemerintah, yang justru merusak mental mereka. Tak sedikit dari mereka yang memilih untuk bertahan hidup dengan mengandalkan bantuan dari pemerintah ketimbang bekerja sendiri. Di sinilah poin utama yang harus diatasi.

            Dengan adanya sociopreneur, perekonomian masyarakat dapat mengalami peningkatan. Di sisi lain, mereka dapat memupuk skill melalui pekerjaan yang dijalani. Secara tidak langsung, mental mereka yang awalnya mungkin hanya berpasarah pada nasib serta bantuan yang diterima, juga akan beralih menjadi semakin semangat dalam mengusahakan yang terbaik bagi kelangsungan kehidupannya dan kehidupan keluarganya.

            Usia bukanlah halangan bagi kita sebagai seorang mahasiswa untuk memulai langkah tepat menjadi seorang sociopreneur. Yang penting bukanlah seberapa besar yang kita lakukan, tapi seberapa besar dampak yang dapat kita hasilkan bagi sesama.

 

 

Referensi

http://www.slideshare.net/NadyaSyabillaA/makalah-sociopreneur

https://sosiopreneur.wordpress.com/tag/ciri-ciri-sociopreneur/

https://pararawendy.wordpress.com/2016/02/07/sociopreneur-dan-dua-contoh-hebatnya/

 

 

oleh:

Regina Bella Rosari (51416001)

m51416001@john.petra.ac.id

Pengumuman Pemenang Undian Souvenir Tracer Study 2017

Tim Tracer Study UK Petra mengirimkan Kuesioner Online Tracer Study pada lulusan 2015 pada tanggal 12 Juli 2017 yang lalu. Sebagai ungkapan terimakasih, UK Petra menyediakan souvenir berupa voucher belanja MAP yang diundi dengan ketentuan sebagai berikut:

  • 50 pemenang dari 150 pengisi pertama mendapatkan voucher sejumlah Rp 200.000
  • 50 pemenang dari 150 pengisi berikutnya mendapatkan voucher sejumlah Rp 100.000

Periode survey telah ditutup pada tanggal 28 Juli 2017 lalu dan pengundian telah dilakukan pada tanggal 1 Agustus 2017.

Pengundian dilakukan dengan memberikan nomor undian pada setiap responden secara urut berdasarkan waktu pengisian. Rumus pengundian dibuat di Ms Excel untuk mengeluarkan 50 angka acak dari angka 1 - 150. 50 Angka acak yang keluar adalah 50 pemenang undian voucher. Proses tersebut dilakukan untuk 150 pengisi pertama, dan juga 150 pengisi berikutnya.

 

Berikut adalah nama pemenang undian Voucher MAP Rp 200.000 :

  1. JESSICA - 25411017
  2. KEVIN WIBOWO - 35411007
  3. AGUSTINUS GANDAWIDJAJA - 26411013
  4. JESSICA WIJAYA LOUIS - 22411015
  5. GABRIEL RIZKIAWAN SANTOSO - 26410114
  6. ENRICO VARIAN ONGGO - 42411065
  7. AILIN EASTERINA - 22410097
  8. WILLIAM WIBISONO - 21411046
  9. MONICA OKTAVIA - 32410053
  10. DICKY LIENARDO LIE - 22411096
  11. RATNA ANGGRAINI - 42411079
  12. DAVID RICHARDO - 33411147
  13. STEFFI THANISSA HALIM - 12410008
  14. VALENTINA WINDA KRISTIANTI - 26410048
  15. IRENE SUSILO - 36411015
  16. ALFINDO JANANTO - 35410023
  17. MARCHELLYN SOENJAYA - 33411057
  18. FERNALDI KURNIAWAN - 34411044
  19. ARDELIA WIDYANATA TJOA - 42411215
  20. BOBBY WILLIAM THERRY - 26411011
  21. YESHINTA TRIVENA DEWI - 32411140
  22. JIMMY MULIAWAN - 26411044
  23. NENCY - 35411035
  24. STEPHANIE VICTORIA WIJAYA - 31411248
  25. RICHARD PANGALILA - 26411081
  26. BELINDA TEDJOKUSUMO - 22410017
  27. FERDIARTO LIMANTORO - 25411031
  28. ELSA ONGKOWIJOYO - 32411056
  29. JANE ANDOKO - 33411043
  30. KEVIN WILLYANTO - 21411075
  31. YEFTA GAVRA GARLAND PERSADA - 21411155
  32. RENDY YUWONO - 24411049
  33. YENNY - 11409013
  34. DANNY TANTRA - 26411040
  35. MARIA VIONITA W. - 22411111
  36. JANET GEORGINA ANDRETA MANOPPO - 32410141
  37. TEGUH WIBISONO SANTOSA - 36411039
  38. JOHANES JOVIAL KOOSWANTORO - 22410107
  39. PAULINA KRISTIANI - 31411025
  40. ANDY JACKSON - 31411111
  41. BRYAN WIDARNO - 21411068
  42. BUDI TIRTO HANTORO - 35410030
  43. FELLY LILIYANA SOENYOTO - 34411048
  44. IRISA CHRISTY OCTAVIA SOEDIMO - 22411063
  45. NONY KEZIA MARCHYTA - 37411045
  46. JESSICA HELENA SUTEDJO - 32410051
  47. DAVID TANUJAYA - 26411043
  48. MARCHELLIA PRASETYA - 42411146
  49. CHRISTIAN YOKO WIJAYA - 25410024
  50. ALBERT BUDIANTO LIADI - 42411114

 

 

Kemudian, berikut adalah nama pemenang undian Voucher MAP Rp 100.000 :

  1. VINCENT CHIPTODJOJO - 26410005
  2. JUWITA PRISCELLA KWONG - 41411067
  3. CLAUDIA PRICILIA CHANDRA - 34411026
  4. ADITYA FERRYANTO - 32411048
  5. ANGGA PRABOWO - 51410139
  6. MARIA CAROLINA PUDJIHARDJO - 33411078
  7. SELIECIA ENDY KRISTANTI - 33410069
  8. ALBERT LEONARD GEJALI - 31411075
  9. ANTHONY NUGROHO - 24411055
  10. JANE LEVINA - 35411015
  11. GRACE HANYTASARI - 42411063
  12. FREDY SUGIMAN - 33410077
  13. OKTAVIA KRISTIN SURYANINGRUM - 22410019
  14. WIDIAWATI LIMANTO - 42410270
  15. RIZKY ALIM SUSANTO - 41410117
  16. SETYAYUDHA LEMBONO - 22410023
  17. ANNEKE DEBORA KUNCORO - 22411044
  18. ARIELLA CORNELIA ANGGONO - 33411024
  19. JEFFRAN STEVANUS GUNAWAN - 33411054
  20. WILSON KONG - 31411237
  21. ELIZABETH NATHANIA WITANTO - 26411113
  22. MICHAEL SUTRISNO - 31411079
  23. MICHAEL - 33410119
  24. CINDY FRANSISCA TANRIM - 22411018
  25. MELANIA WINARTA - 31411133
  26. JESSICA ARIYANTI JASAHARTANA - 32411070
  27. LISA VALENTINE - 32411080
  28. BIANDA VERSA - 36411053
  29. YOHANA ZERLINDA PRANOTO - 42411093
  30. MARITA WIJAYA - 31411287
  31. ANGELINE THRESDY WIJAYA - 22410068
  32. HENDRA WENNADY WIJOYO - 26411063
  33. INDRAWAN ANGGRADINATA - 21411124
  34. PAMELA FELITA - 31410072
  35. WANDA WIJAYA - 42411059
  36. MARVIN EDWAR LESMANA - 22411147
  37. NIO NERISSA ARVIANA BUNTORO - 42411086
  38. YESIKA HARTANTO KARJODIHARDJO - 41411001
  39. AYU ABRIYANTI CHANDRA DEWI - 36411084
  40. NATALI DEVIANA SUTANTO - 41411032
  41. BRIAN SURYANATA - 41410064
  42. STELLA FRANCISS MULIANTO - 32411053
  43. ROSELINEE NATHANIA HALIM - 42411103
  44. ESTEFAN JUNAYDI WICAKSONO - 32411105
  45. AGNES YUSTIVANI DE SIRAT - 26411145
  46. KLEMENS PRAMUDITA - 42411053
  47. STEVEN GUNAWAN - 42411081
  48. TOMMY PRAYOGO - 22410036
  49. JOVITA KOLIN SETIADI - 41411038
  50. RENATA ODILIA HANDOJO - 22410053

 

Pusat Karir akan menghubungi para pemenang untuk menanyakan alamat pengiriman souvenir dan segera mengirimkan souvenir kepada yang bersangkutan.

Selamat untuk para pemenang undian, dan terimakasih atas partisipasinya dalam Tracer Study 2017.