“Do it Your Way” in Career Camp 2013

Setelah sukses diadakan dua kali di kota Jogja dan Bali, Pusat Karir kembali menggelar rangkaian pelatihan karir untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja dalam acara Career Camp 2013. Acara yang diadakan setiap dua tahun sekali tersebut kali ini bertempat di Surabaya dan Jogja mulai dari tanggal 20 - 23 Juni 2013 dengan mengangkat tema “Kreatif Bisnis”. Setelah ketua panitia, Luna Persis Lambogia memberikan kata sambutan, rangkaian kegiatan Career Camp 2013 diawali dengan pemberian berbagai materi mengenai kreatif bisnis kepada para peserta.

 

Sesi pertama diisi oleh bapak Brilliant Yotenega, founder dari nulisbuku.com. Sesi ini merupakan introduction mengenai bisnis kreatif serta peluang  dan prospek yang ada di Indonesia. Pria yang biasa disapa Ega ini memaparkan berbagai jenis bisnis kreatif yang ada di Indonesia dan saat ini tengah berkembang dengan pesat. Beliau juga menantang para peserta untuk berani memulai bisnis kreatif mereka masing-masing.

 

Sesi kedua mengangkat tema mengenai regulasi dan kode etik dalam bisnis kreatif. Pada sesi ini dibahas mengenai seluk beluk bisnis keratif dilihat dari segi hukum serta norma-norma yang berlaku di Indonesia. Meskipun materi ini terkesan berat, namun pembicara kedua, bapak Hans Hehakaya, S.H mampu membawakannya dengan santai dan jenaka. Tidak jarang peserta dibuat terpingkal-pingkal dengan aksi guyonan ala pak Hans. Di akhir sesi beliau menekankan pentingnya mendaftarkan hak paten untuk setiap inovasi dari produk kreatif yang kita hasilkan.

 

Sesi berikutnya membahas mengenai marketing dan personal branding. Sesi ini dibawakan oleh bapak Sutanto Harsono, salah satu ikon pengusaha bisnis kreatif di Surabaya. Dalam sesi ini pak Tanto banyak membahas mengenai pengalamannya melakukan branding pada usaha-usaha kreatif miliknya, diantaranya adalah Class 5 Indoor Climbing, yang merupakan satu-satunya tempat climbing dalam ruangan di Indonesia.

 

Setelah rehat sejenak untuk makan malam, Sesi terakhir hari pertama Career Camp segera dimulai. Kali ini membahas tentang pembiayaan, penyusunan anggaran dan penggalangan modal. Tidak tanggung-tanggung, pembicara yang membawakan materi ini adalah Head, SME kredit region VII & VIII PT. Permata Bank, Tbk. Bapak Andi Hartadi Sukiman. Dalam sesi ini peserta diberikan pengetahuan ekonomi dasar mengenai kredit di bank, serta langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan ketika melakukan pengajuan kredit.

         

         Tanpa terasa 4 sesi di hari pertama Career Camp 2013 sudah dilewati. Meskipun para peserta sudah mulai terlihat lelah, namun sebagian besar dari mereka tidak dapat menyembunyikan rasa antusias mereka untuk memulai perjalanan menuju Jogja. Panitia pun segera mengarahkan peserta untuk menuju bus yang telah disediakan. Perjalanan menuju babak berikutnya di Career Camp 2013 pun segera dimulai. Jogjakarta, Here we come! 

 

Muda, kreatif dan sukses, Yoris Sebastian merupakan nama yang sudah sangat dikenal luas dalam dunia industri kreatif di Indonesia. Seorang creativepreneur, konsultan kreatif, serta pembicara yang sudah mendapatkan banyak sekali penghargaan ditingkat nasional maupun internasional. Yang terakhir beliau menang dalam Asia Paciffic Entrepreneur Award for Most Promising Entrepreneur Award pada tahun 2008.

 

         9 jam perjalanan menggunakan bus, tidak membuat antusiasme peserta berkurang. Memang sesi creativity dan business plan yang akan dibawakan oleh Yoris Sebastian merupakan sesi puncak dari acara Career Camp 2013 dan yang paling dinanti oleh semua peserta. Di sesi tersebut, Yoris memberikan materi mengenai  bagaimana menjadi orang yang kreatif dan menjadikan kreatifitas sebagai gaya hidup. Ia mendorong para peserta untuk memulai bisnis kreatif pribadi mereka dengan modal seminim mungkin.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  

Pada sesi berikutnya Yoris memberikan pelatihan bagaimana membuat business plan dalam industri kreatif. Dalam pelatihan ini, Yoris menggunakan metode 5W 1H. Secara khusus beliau memantau  business plan setiap peserta dan pada akhir acara Yoris memilih beberapa peserta untuk mempresentasikan business plan nya.

 

Hari kedua ditutup dengan acara sandwich market, dimana setiap kelompok harus membuat sandwich dengan kreatifitas mereka sendiri sehingga bisa dijual dan menghasilkan keuntungan. Game ini merupakan sebuah simulasi bisnis dimulai dari proses produksi sampai dengan penjualan yang bertujuan untuk mengajarkan pada para peserta mengenai strategi kelompok dalam melihat fluktuasi harga,belajar bernegosiasi, dan pentingnya kerjasama serta pembagian tugas dalam timnya.

 

Pada hari ketiga di Jogja, berbeda dengan sebelumnya, kali ini peserta diajak untuk berkeliling di jantung kota Jogjakarta. Bukan  sekedar jalan-jalan biasa, tapi tiap kelompok harus berkeliling kota Jogja tanpa membawa uang pribadi dan alat komunikasi apapun. Mereka harus bertahan melewati setiap pos serta membeli makan siang dengan uang seratus ribu rupiah yang diberikan panitia untuk tiap kelompok, dimana pada akhirnya modal seratus ribu ini pun harus dikembalikan utuh kepada panitia. Hal ini membuat peserta mau tidak mau harus berusaha untuk mencari uang dengan berbagai cara selama perjalanan.

 

Start City Race dimulai dari lapangan mandala krida. Tiap kelompok diberikan teka teki untuk menuju  ke pos pertama yang bertempat di ROEMI x-traordinary ice cream. Di tempat ini peserta mendapatkan sharing dari Bapak Arif mengenai sejarah dari ROEMI, branding produk yang dilakukan Roemi sehingga dikenal hampir seluruh masyarakat Jogja.  Pos lain yang tidak kalah pentingnya adalah Bentara Budaya. Bentara budaya merupakan suatu gedung pameran yang menampung produk-produk hasil kreatiftas para seniman di kota Jogja.

 

Papermoon Puppet Theatre merupakan pos terakhir yang dikunjungi oleh peserta dalam rangkai City Race kali ini. Tak kalah menarik dengan pos-pos sebelumnya, disini kami bertemu dengan kak Ria dan suaminya, kak Iwan yang merupakan pendiri dari Papermoon Puppet Theatre. Mereka bedua bercerita mengenai bagaimana awal mula berdirinya Papermoon dimulai dari pertunjukan jalanan secara gratis sampai mereka sukses menggelar pertunjukan di luar negeri.

 

Minggu, 23 Juni 2013, tidak terasa ini adalah hari terakhir dari rangkaian kegiatan acara Career Camp di Jogjakarta. Setelah selama tiga hari berturut-turut peserta dibekali  berbagai pelatihan dan kegiatan untuk menggali sisi kreatifitas mereka, kali ini mereka akan mempresentasikan business plan yang telah disusun selama acara. Pada hari terakhir ini juga diumumkan para pemenang, mulai dari kelompok terbaik sampai peserta terbaik.

   

           Pada akhirnya, sebelum rangkaian kegiatan Career  Camp 2013 resmi ditutup oleh ibu Lisa Narwastu, para peserta diberikan kertas kosong untuk menuliskan tentang apa rencana serta mimpi mereka berkaitan dengan bisnis kreatif yang kelak akan mereka bangun. Surat ini ditujukan kepada diri mereka sendiri dan akan dikirimkan satu tahun kemudian dari tanggal surat tersebut dibuat.

 

Ketika semua persiapan untuk pulang kembali ke Surabaya sudah selesai, dan semua peserta sudah naik di atas bus, tidak banyak dari peserta yang mengetahui bahwa keseruan dari Career Camp masih jauh dari berakhir. Ada satu acara kejutan yang telah disiapkan oleh panita untuk para peserta Career Camp kali ini. Dari hotel WismaAji di Ring Road utara Jogjakarta, bus segera bertolak ke Selatan, tepatnya ke daerah Wonokitri, kecamatan Gunung Kidul. Kali ini peserta diajak untuk berekreasi ke kawasan wisata Goa Pindul. Di tempat ini para peserta akan diajak beraktifitas river tubing, yaitu menyusuri sungai menggunakan Ban serta pelampung. Selain keseruan serta pemandangan indah yang disuguhkan, kegiatan ini bertujuan mengajak peserta untuk berani mencoba suatu yang baru dalam hidup mereka. Karena seringkali banyak dari kita yang tidak berani terjun serta menekuni bisnis kreatif bukan karena tidak mampu, namun karena takut mencoba hal yang baru dan belum populer di masyarakat. Puncaknya adalah ketika menyusuri sungai, para peserta dihadapkan dengan sebuah tebing setinggi 12 meter. Di tebing ini para peserta ditantang untuk mengalahkan rasa takutnya dan melompat  ke bawah. Tanpa diduga ternyata sebagian besar peserta memilih untuk mencoba melompat. Secara tidak sadar, melalui kegiatan ini sebenarnya peserta sedang dipaksa untuk mengaplikasikan materi yang telah didapat sebelumnya. Dalam dunia industri kreatif seringkali langkah awal adalah yang paling sulit, pengambilan resiko dengan perhitungan yang matang adalah suatu keharusan untuk berbisnis. Sekali lagi Career Camp membuktikan bahwa sekalipun berwisata, setiap acara yang ada di dalam Career Camp bukan sekedar acara kosong tanpa makna, namun memiliki nilai-nilai yang akan membantu para peserta untuk siap dan mampu bersaing menghadapi dunia kerja. Bravo Career Camp 2013, sampai bertemu lagi dalam Career Camp 2015.

 

 

Helen Christiana Wijaya

51409045

Mahasiswa UK Petra Jurusan Ilmu Komunikasi

ARTIKEL LAIN

Pengumuman Pemenang Undian Souvenir Tracer Study 2018

Tim Tracer Study UK Petra mengirimkan Kuesioner Online Tracer Study pada lulusan 2016 pada tanggal 26 Maret 2018 yang lalu. Sebagai ungkapan terimakasih, UK Petra menyediakan souvenir berupa voucher belanja MAP yang diundi dengan ketentuan sebagai berikut :
- 50 pemenang dari 150 pengisi pertama mendapatkan voucher sejumlah Rp 200.000
- 50 pemenang dari 150 pengisi berikutnya mendapatkan voucher sejumlah Rp 100.000

Periode survey telah ditutup pada tanggal 29 Maret 2018 lalu dan pengundian telah dilakukan pada tanggal 07 September 2018.


Pengundian dilakukan dengan memberikan nomor undian pada setiap responden secara urut berdasarkan waktu pengisian. Rumus pengundian dibuat di Ms Excel untuk mengeluarkan 50 angka acak dari angka 1 - 150. 50 Angka acak yang keluar adalah 50 pemenang undian voucher. Proses tersebut dilakukan untuk 150 pengisi pertama, dan juga 150 pengisi berikutnya.


Berikut adalah nama pemenang undian Voucher Rp 200.000 :
CHRISTIAN FEBRIONO SUSANTO - 22412112
SAMUEL TIMOTIUS SUHENRI - 11412001
PATRICIA PUTRI TJAHJONO - 51412071
JEANNY FLORENCIA HALIM - 41412031
RANDY REINALDO - 34412053
SELLA ANDRIANI OENTUNG - 41412029
STEFANI NATALIA HENDRATHA - 26412007
YVONNE NATHANIA - 26412121
FABIOLA ROSALIA SANTOSO - 51411014
JEFFREY HARTO MUNTJANG DISURJA - 26412038
LEONARD FRANS ARDIANTO - 21412115
KEVIN CHEVALIA DARMADJI - 25412010
YENNY SETIAWAN - 37412044
CHRISTIN ANA WIJAYA - 42410136

APFIA PRISKILA - 25412062
EVELIN LARISA SANDY - 21412053
YOSUA LEWI - 24412026
DAVID THEODORE ANGGONO - 34412011
ANASTASIA IRAWATI PURWANTO - 42412008
MICHAEL STEVEN MAGALINE - 26412064
ASTRID VIVI PICAL - 21412178
BENEDICTA BEATA NATTAYA - 51412078
FENNY VABIOLA PRASETYA - 34412071
MICHAEL RICHARDO HARTONO - 34412067
DESY SASTRAHO - 41412122
FREDRICK WAHYU CHRISTIANTO - 21412083
ADELIA MARCELINA SURIANI - 41412099
LAVENIA - 32412209
HENDRY NUGROHO ANGGONO - 3514031
RINALDI WIJAYA THE - 21411018
KEVIN CLEMENT TJAHJADI - 34412014
VALENT KO - 33412022
ALEXANDER RICHARD - 21412022
STEFANI - 42412041
CLARISSA SUWIJONO - 42412010
JEMMY KRISTIANTO - 21410021
ANTHONY WASISTO - 25410036
ARDIAN KURNIAWAN - 32412041
WILLY SANTOSO - 26412058
DELLA EMILY SANTOSO - 35411021
KESSI HOFANY - 26412169
EVELINE HARSONO - 32412138
MARCELLINA HARIYANTO - 32412032
MADELINE KARTIKA TEDJA - 41412014
JESSICA BELINDA KAYA - 51412124
ARIF PRIYATA SETIAWAN - 26412141
STEPHANNY NATALIA CHANDRA - 35412012
WIDYANINGSIH GUNAWAN WIDJAJA - 22411036
YELIANA - 22412047
KURNIAWAN - 21412158


Kemudian, berikut adalah nama pemenang undian Voucher Rp 100.000 :
AMANDA LUCRECIA SIGIT SIDHARTA - 42412025
MARISCA NATHASIA VLEORINE KAILOLA - 32411129
KRISTINA HALIM - 25412029
ELIZABETH CHANING - 22411009

BERNARD THREDY WILLIAM WIJAYA - 21412033
FENDI PRAMONO - 25412023
RUDI HARTANTO - 11411044
ADRIAN HARTANTO KURNIAWAN - 21411001
NOVIA ANASTASTYA - 42412078
FELINA LIMANTORO - 51411064
LYDIA CHRISTIANTI - 33412135
STEFANIA SUPANGAT - 11412006
HARTMANN HARDYANTO NGONO - 3515017
NOVIA ANDRIANI WIJAYA - 41412085
DEFTA JAYESENA VALRISANO - 26412075
MICHELLE GLORIA PUDJIANTO - 33412083
YUVITO SANDYTIA RATAG - 33411160
DEVINA FLORENTINA - 33412029
YOHANES ADITYA SUHENDAR - 22412044
SELLY METTA UTOMO - 22412029
RYAN LENGKONG - 25411005
IRENE FELITA - 31412039
HENGKY SUTANDRIO - 37410002
WAHYU CIPTARANI PRANOTO - 22412089
JESSICA VALENCIA - 31412045
ELIA STESIANA KODIAT - 33412060
FRANSISCA XAVERIA VANIA CHRISTINE SETIADIE - 32412004
PUTRI
MONICA RUDY TULUS 37412074
LEONITA THEODORE - 22412068
ERIC WIBISONO WARDAYA - 32411153
JIMMY EFFENDY SUKAMTO - 22412054
CHRISTIAN BUDI SANTOSO - 24411014
PATRICIA ANTONIA SETIADJI - 33412079
MELVIN VALENTINO RUMPUIN - 31409289
TABITHA EUODIA SUSANTO - 51411001
JESSICA OLGA VERBY SOESANTO - 31412023
SIENY LAUW - 32412144
DIANDRA SHAVIRA HARSONO - 51412033
CHRISTIAN ADIE VERNATHA - 21412122
DAVID LAURENTIUS - 37411055
IWAN SOETANTO - 31411293
KEVIN YANWAR - 26412084
LISA MARITSEDA PRAKARSA - 32412097
MARGARETHA LINDA SAMANTHA - 51412085
WILLIAM ONNYXIFORUS PURNOMO - 26412042
STEFANI HARDJOSINGGIH - 22412025
JEMMY WIJAYA SHALIM - 34412040

OLIVIA THEODORE - 35411031
SELVIE OCTAVIA. L - 22412070
TIFFANY NOVITA SETJOADI - 33412038

Pusat Karir akan menghubungi para pemenang untuk menanyakan alamat pengiriman souvenir dan segera mengirimkan souvenir kepada yang bersangkutan.


Selamat untuk para pemenang undian, dan terimakasih atas partisipasinya dalam Tracer Study 2018.

Antonius Widjaya: Fotografer Arsitektur yang Masih Mencari Kesempurnaan

Antonius Widjaya mungkin nama yang masih terdengar asing di telinga kita namun terkenal di kalangan Architecture Photographer di Surabaya. Lulus menyandang gelar S. Ds. dari Universitas Kristen Petra pada 2006, ia langsung membuka konsultan desain interior bersama dengan beberapa teman. Seiring waktu berjalan, mereka menyadari bahwa konsultan desain yang mereka dirikan bukanlah jalan terbaik, melihat kurangnya pengalaman bekerja yang mereka miliki sebagai fresh graduate.

Pria asal Surabaya ini kemudian memfokuskan diri dalam dunia 3D rendering yang telah dikuasainya sejak lama. 3D rendering sendiri merupakan proses menghasilkan gambar berdasar gambar 3 dimensi yang mirip dengan fotografi atau sinematografi. Karirnya berjalan cukup baik dengan klien dari luar negeri yang merupakan pelanggannya saat masih bekerja sebagai konsultan. Namun, ia menyadari bahwa tidak dapat terus berada di zona nyaman dan bergantung hanya pada klien yang sama. Mendapat inspirasi saat mengerjakan 3D rendering dan berbekal hobi fotografi dan ilmu interior yang dimilikinya, pria kelahiran 21 Januari 1984 ini kemudian memberanikan diri masuk ke dalam dunia fotografi sebagai architecture and interior photographer pada 2014.

Berjuang dengan sangat keras, Antonius mulai membeli tutorial online dan bahkan rela memfotokan teman dengan harga hampir gratis di awal karirnya. Bukan usaha yang sia-sia, ia sekarang menjadi salah satu architecture photographer yang dicari. Beberapa klien yang telah memakai jasanya antara lain, PT Sinar Galaxy dan Indonesia Design Magazine. Berbicara mengenai apakah bakat fotografi menjadi salah satu kunci kesuksesannya, mantan ketua Persekutuan Program Studi ini menjawab, “Bagi saya, bakat itu tidak ada; yang ada itu passion. (Saya) menghabiskan banyak waktu di bidang tersebut sampai menjadi bakat. Passion pasti membuka banyak jalan,” tegasnya.

Ketika diitanya mengenai suka duka dalam bidang pekerjaannya, pemilik studio Arch-viz ini mengatakan bahwa pekerjaan ini tidak seperti bekerja karena merupakan hobinya. Di sisi lain, pekerjaan ini juga merupakan bidang pekerjaan baru sehingga belum banyak saingan. Meski demikian, terdapat pula tantangan-tantangan yang berat seperti harus membangun brand sendiri dan banyak orang awam yang kurang paham mengenai dunia architecture photography. “Banyak orang Surabaya yang sulit menerima hal baru. Mereka berpikir kenapa foto arsitektur dan interior harus pakai jasa orang. Difoto sendiri kan bisa,” jelasnya.

Memperluas koneksi melalui teman dan kenalan dari bidang interior merupakan salah satu cara yang ditempuh oleh mantan ketua hima ini. Salah satunya didapat dari melakukan barter dengan temannya, yaitu ia memfotokan dengan cuma-cuma dan hasil fotonya dapat digunakannya untuk promosi. Di sisi lain, memperkuat branding dengan membuat portofolio dan melakukan seminar juga dilakukannya. Salah satu seminarnya adalah seminar workshop fotografi arsitektur yang bekerjasama dengan Vasa Hotel dan Sony.

 Suka duka dan tantangan-tantangan telah dilaluinya dengan berbagai cara hingga sukses. Namun, meskipun telah sukses di usianya yang masih muda, tidak ada sedikitpun rasa sombong dan puas diri. “Selalu rendah hati dan mau belajar, karena saya percaya dalam mencari kesempurnaan merupakan sesuatu yang never ending (tak pernah berakhir –red),” tutupnya saat ditanya mengenai moto hidup.

 

Ditulis oleh :

Maria Cornelia Susanto (22416053)

Maria Olivia Budiman : Penukar Budaya Indonesia dan Korea Selatan

Siapa yang tidak menggemari budaya pop Korea Selatan saat ini? Dari film drama, musik Kpop, dan makanan sudah menjadi hal yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan. Dapat dipastikan dari semua penggemar Kpop ingin bertemu dengan idolanya. Tetapi sedikit yang membayangkan untuk bisa menjadi seorang idola itu sendiri. Lalu bagaimana jika kita benar-benar bisa menjadi idola?

Belajar kebudayaan lain merupakan hal yang disukai Maria Olivia Budiman, atau yang akrab disapa Maria, alumni Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) UK Petra tahun 2007. Ia pernah menjadi leader salah satu girlband Korea pada tahun 2013 yang bernama Sensation of Stage (S.O.S). Wanita asal Surabaya ini dikenal dengan nama Mary ketika menjadi leader di girlband tersebut.

Awalnya, menjadi seorang idola bukanlah karir yang terpikirkan oleh Maria. Perjalanan karirnya dimulai saat Maria bekerja pada sebuah Advertising Agency di Jakarta. Setelah lima bulan bekerja, seorang teman mengajaknya untuk mengikuti audisi idola K-Pop yang diadakan oleh salah satu stasiun TV ternama. Berkat bujukan temannya, Maria mendaftarkan dirinya untuk mengikuti audisi. “Kesempatan tidak datang dua kali, makanya harus digunakan sebaik mungkin,” terangnya. Maria lolos hingga seleksi di Jakarta dan terpilih menjadi bagian dalam 12 finalis acara tersebut.

Kesempatan tersebut benar-benar tidak disia-siakan oleh Maria. Kesukaannya untuk belajar budaya lain membuatnya menandatangani kontrak dengan pihak penyelenggara acara. Maria lantas mendapatkan banyak pengalaman dan wawasan dari perjalanannya di Korea. Setelah mendapatkan pelatihan selama enam bulan, para finalis yang berangkat ke Korea pun dibuatkan girlgroup dan album sesuai dengan kesepakatan awal. Akhirnya pada 2013, S.O.S memulai debutnya dengan status sebagai bintang internasional dibawah Sony Music South Korea.

Tidak hanya menjadi personil sebuah girlband, Maria juga terpilih menjadi Korean Tourism Ambassador perwakilan Indonesia menggantikan Sandra Dewi. Tugas utamanya saat itu adalah memperkenalkan budaya Indonesia sebagai bentuk pertukaran budaya Indonesia dengan budaya Korea. “Dari beberapa hal yang saya jalani di Korea, banyak budaya yang saya pelajari seperti contohnya kedisiplinan, persepsi tentang waktu dan stereotip yang ada tentang masyarakat Korea,” tukasnya. Maria mengaku juga senang bisa belajar budaya dengan masyarakat Korea secara langsung dan dapat membagikannya kepada masyarakat Indonesia.

Hingga pada 2015, Maria memutuskan untuk keluar dari S.O.S karena mulai merasakan ketidakpastian pada masa depannya. Meskipun sudah keluar dari S.O.S, Maria tetap melanjutkan tugasnya sebagai Korean Tourism Ambassador hingga 2016. Setelah Maria melanjutkan karirnya sebagai Social Media Manajer di IDN Media selama dua tahun, ia sekarang merupakan Project Manajer di IDN Media.

Dari berbagai pengalaman jatuh bangun yang ia jalani, Maria menyadari satu hal. Ia mengutip dari Steve Jobs “Connecting the dots”, yang berarti hidup kita adalah titik-titik hitam yang perlu disambung menjadi sebuah gambar besar. Mantan wakil ketua BEM UK Petra periode 2010/2011 ini pun berpesan kepada teman-teman mahasiswa UK Petra untuk meyakini bahwa Tuhan pasti sudah menyiapkan rencana yang baik untuk kita semua.

 

Ditulis oleh :

Hans Christian (51415007)