PAHLAWANKU, SUMBER INSPIRASI KARIRKU

PEMENANG WRITING ON THE WEB NOV 2012

AGNES YUSTIVANI DE SIRAT (TEKNIK INFORMATIKA angkatan 2011)

============================================================

 

“Pahlawanku”, mungkin ketika mendengar kata itu,yang terlintas di pikiran kita adalah para pahlawan yang dulu membela bangsa kita dari penjajah. Atau mungkin ketika bertanya “siapa pahlawanmu?” pada anak kecil, dengan lugu dan polos mereka berteriak “superman”, “spiderman” dan beberapa dereatan nama tokoh kartun idolanya. Ya, mungkin terlalu sempit pengertian pahlawan di jaman sekarang ini. Atau mungkin sudah menipisnya, tokoh – tokoh yang berjiwa pahlawan. Menjadi seorang pahlawan sendiri, mempunyai arti yang luas. Bukan saat kita diakui oleh pemerintah dan disahkan menjadi seorang pahlawan. Tetapi lebih dari itu ialah jiwa yang mau menolong dan berkorban.

Kata pahlawan sendiri, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) artinya “orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran”. Bukan saja membela kebenaran, tapi juga dapat menginspirasi banyak orang.  Menjadi idola banyak orang, dan bukan sekedar idola, tetapi melakukan sesuatu yang terpuji. Tidak hanya itu, tetapi seorang pahlawan adalah seseorang yang mau berkorban dengan ikhlas dan tulus, tanpa pamrih.

Berbicara mengenai pahlawan, ada seorang sosok pahlawan yang sangat menginspirasi impianku. Walau beliau tidak dikenal oleh banyak orang tetapi beliau layak disebut sebagai pahlawan. Mengapa demikian? Karena beliau berani dan berkorban demi aku. Pengorbanannya untuk melindungiku dan membesarkanku. Ya, dia adalah sosok yang selalu tersenyum ketika aku pulang sekolah, sosok yang selalu sabar mengejarku ketika aku tidak mau makan siang, dan sosok yang selalu mendoakanku. Dialah, ibuku, pahlawanku.

Bagi sebagian orang, sosok ibu mungkin adalah sosok yang biasa saja, atau mungkin juga seorang ibu yang sibuk dengan karirnya. Entahlah, semuanya pasti memiliki pendapat yang berbeda – beda tentang ibu. Tapi, sosok yang juga dipanggil mama ini, tetaplah menjadi yang terbaik bagi hidupku. Walau aku masih sering menyakitinya, beliau tak pernah marah, tekun dan sabar mengajari untuk lebih baik lagi. Mengapa aku menyebutnya, sebagai sumber inspirasi impianku?

Walau hanya berprofesi sebagai ibu rumah tangga, itu tak mematahkan paradigmaku melihat ibuku. Perjuangannya untuk melahirkanku di dunia ini begitu gigih. Rela pertaruhkan nyawanya demi aku. Bahkan ketika melahirkan adikku, dia rela berjuang hingga titik terakhir. Masih menjadi yang terbaik ketika dia dengan tekun, mengajariku mengucapkan “mama”. Masih dengan semangat ketika mengajariku langkah demi langkah. Juga masih terekam jelas saat dia menggendongku dan melantunkan lagu “nina bobo” untuk menidurkanku.

Beliau sumber inspirasi impianku, mengapa? Karena impianku begitu simple, bahkan tak banyak dari generasi sekarang yang memikirkan hal itu. Dapat dikatakan, kalaupun terlintas ide ini dipikiran generasi sekarang, pasti mereka juga tidak akan melakukan apa – apa bahkan ogah –ogahan. Merantau dan menjelajah pulau demi pulau untuk mengajar banyak anak indonesia diluar sana yang belum pernah tersentuh oleh kasih sayang seorang GURU. Memang menjadi seorang pengajar, adalah impian ibuku sejak kecil yang tak sempat dia wujudkan. Akan tetapi, bagiku dia adalah pengajar terhebat yang pernah kumiliki. Pendidikan akhir di SMA tidak menghalanginya untuk tetap menunjukan kualitasnya dalam mengajariku banyak hal. Tak pernah mengeluh, senyum diwajah yang tak pernah pudar.

Ketidakberadaan sosok ibu ketika aku beranjak dewasa membuatku semakin sadar dan semakin kuat menjalani hidup ini. Ditempa menjadi seorang gadis yang gigih untuk mencapai cita – cita, walau ‘pengajar’ku telah tiada. Ini membuatku membuka mata semakin lebar. Apalagi melihat realita di daerah yang dulu kudiami sebelum aku merantau, banyak sekali yang membutuhkan pertolongan. Melihat anak kecil di pelosok yang berlari, tertawa lepas malah membuatku meneteskan air mata. Tak tahan hatiku, ketika mereka membutuhkan seorang kakak pembimbing, seorang guru, seorang pengajar dan tidak ada yang peduli. Aku bisa merasakannya ketika kehilangan ibu. Kehilangan seorang pengajar yang hebat, yang membuatku berjalan tanpa arah tujuan. Belajar seadanya, tanpa ada yang membimbing. Dan kini, aku tak mau, apa yang kualami terjadi bagi sahabat - sahabatku di pelosok negeri ini. Sudah terlalu lama aku hanya berdiri, terpaku dan terdiam. Sekaranglah waktunya, aku harus berdiri, berjalan dan memulai kegerakan ini. Tak boleh hanya sebatas ide, haruslah sebuah movement. Pahlawanku, ibuku yang selalu jadi sumber inspirasiku. Begitu mulia cita – cita ini, tapi tak banyak orang yang terpanggil. Dan bagi mereka yang terpanggil, segeralah melakukannya, jangan hanya diam dan tidak peka dengan panggilan tersebut. Menjadi sumber inspirasi bukanlah hal yang mudah. Kita harus berintegritas dan memiliki kasih. Kelak, aku ingin sahabat - sahabatku disana juga bisa merasakan kasih yang sama, seperti yang Tuhan telah berikan untukku. Sekarang, tugasku tetaplah harus menuntut ilmu di perguruan tinggi. Aku yakin, dengan jembatan seperti ini, tanpa membuat tanganku semakin panjang untuk menolong mereka. Bukanlah menjadi penghalang, tetapi akan lebih baik dari ini semua.

Jika sampai kini, aku masih bersemangat mengejar impianku, itu karena selalu ada pahlawan -yang sekarang berada di hatiku- yang selalu menginspirasiku. Sebuah impian yang begitu sederhana, tapi mengubahkan nasib anak – anak sebagai pemegang tongkat estafet bangsa ini. Mereka adalah generasi yang akan melanjutkan kehidupan ini. Apa jadinya bila mereka dibiarkan terpuruk dengan keadaan pendidikan yang sangat minim tersebut? Lantas, sebagai generasi yang telah terlebih dahulu ada, apa yang kita lakukan? Hanya duduk diam dan melihat? Biarlah itu menjadi refleksi pribadi generasi sekarang. Kita dapat melakukan lebih banyak lagi dari apa yang telah dilakukan sekarang. Tanpa banyak yang tahu, di balik ini, dibalik besar impianku ini, semua ada sosok pahlawan perkasa yang kuat menginspirasiku. Terlebih, ada Tuhan yang selalu menyertaiku. Bangsa ini membutuhkan banyak lagi orang yang berhati mulia untuk melakukan tugas yang mulia juga. Inilah waktunya untuk kita bukan saja memperhatikan jiwa, tapi menjawab kebutuhan mereka yang menangis kelaparan, menjerit kesakitan dan berteriak ingin menuntut ilmu.

Ditengah banyak tantangan global dan permasalahan bangsa yang semakin rumit, masalah pendidikan mulai disepelekan. Hal itu menyebabkan lebih banyak mereka yang terlantar karena kekurangan guru. Pendidikan yang terlalu terpusat pada daerah perkotaan sehingga mengabaikan daerah pelosok. Sekali lagi, ingin kukatakan, ayo, sudah cukup kita hanya melihat, sudah cukup untuk kita dengar saja. Ini waktu yang tepat untuk kita berdiri, melangkah maju, bergandeng tangan, menciptakan generasi bangsa yang lebih baik lagi. Berawal dari kisah hidup yang sederhana, dari sosok pahlawan yang selalu menginspirasikan, dari kemauan yang keras untuk indonesia yang lebih baik.

 

ARTIKEL LAIN

Pengumuman Pemenang Undian Souvenir Tracer Study 2018

Tim Tracer Study UK Petra mengirimkan Kuesioner Online Tracer Study pada lulusan 2016 pada tanggal 26 Maret 2018 yang lalu. Sebagai ungkapan terimakasih, UK Petra menyediakan souvenir berupa voucher belanja MAP yang diundi dengan ketentuan sebagai berikut :
- 50 pemenang dari 150 pengisi pertama mendapatkan voucher sejumlah Rp 200.000
- 50 pemenang dari 150 pengisi berikutnya mendapatkan voucher sejumlah Rp 100.000

Periode survey telah ditutup pada tanggal 29 Maret 2018 lalu dan pengundian telah dilakukan pada tanggal 07 September 2018.


Pengundian dilakukan dengan memberikan nomor undian pada setiap responden secara urut berdasarkan waktu pengisian. Rumus pengundian dibuat di Ms Excel untuk mengeluarkan 50 angka acak dari angka 1 - 150. 50 Angka acak yang keluar adalah 50 pemenang undian voucher. Proses tersebut dilakukan untuk 150 pengisi pertama, dan juga 150 pengisi berikutnya.


Berikut adalah nama pemenang undian Voucher Rp 200.000 :
CHRISTIAN FEBRIONO SUSANTO - 22412112
SAMUEL TIMOTIUS SUHENRI - 11412001
PATRICIA PUTRI TJAHJONO - 51412071
JEANNY FLORENCIA HALIM - 41412031
RANDY REINALDO - 34412053
SELLA ANDRIANI OENTUNG - 41412029
STEFANI NATALIA HENDRATHA - 26412007
YVONNE NATHANIA - 26412121
FABIOLA ROSALIA SANTOSO - 51411014
JEFFREY HARTO MUNTJANG DISURJA - 26412038
LEONARD FRANS ARDIANTO - 21412115
KEVIN CHEVALIA DARMADJI - 25412010
YENNY SETIAWAN - 37412044
CHRISTIN ANA WIJAYA - 42410136

APFIA PRISKILA - 25412062
EVELIN LARISA SANDY - 21412053
YOSUA LEWI - 24412026
DAVID THEODORE ANGGONO - 34412011
ANASTASIA IRAWATI PURWANTO - 42412008
MICHAEL STEVEN MAGALINE - 26412064
ASTRID VIVI PICAL - 21412178
BENEDICTA BEATA NATTAYA - 51412078
FENNY VABIOLA PRASETYA - 34412071
MICHAEL RICHARDO HARTONO - 34412067
DESY SASTRAHO - 41412122
FREDRICK WAHYU CHRISTIANTO - 21412083
ADELIA MARCELINA SURIANI - 41412099
LAVENIA - 32412209
HENDRY NUGROHO ANGGONO - 3514031
RINALDI WIJAYA THE - 21411018
KEVIN CLEMENT TJAHJADI - 34412014
VALENT KO - 33412022
ALEXANDER RICHARD - 21412022
STEFANI - 42412041
CLARISSA SUWIJONO - 42412010
JEMMY KRISTIANTO - 21410021
ANTHONY WASISTO - 25410036
ARDIAN KURNIAWAN - 32412041
WILLY SANTOSO - 26412058
DELLA EMILY SANTOSO - 35411021
KESSI HOFANY - 26412169
EVELINE HARSONO - 32412138
MARCELLINA HARIYANTO - 32412032
MADELINE KARTIKA TEDJA - 41412014
JESSICA BELINDA KAYA - 51412124
ARIF PRIYATA SETIAWAN - 26412141
STEPHANNY NATALIA CHANDRA - 35412012
WIDYANINGSIH GUNAWAN WIDJAJA - 22411036
YELIANA - 22412047
KURNIAWAN - 21412158


Kemudian, berikut adalah nama pemenang undian Voucher Rp 100.000 :
AMANDA LUCRECIA SIGIT SIDHARTA - 42412025
MARISCA NATHASIA VLEORINE KAILOLA - 32411129
KRISTINA HALIM - 25412029
ELIZABETH CHANING - 22411009

BERNARD THREDY WILLIAM WIJAYA - 21412033
FENDI PRAMONO - 25412023
RUDI HARTANTO - 11411044
ADRIAN HARTANTO KURNIAWAN - 21411001
NOVIA ANASTASTYA - 42412078
FELINA LIMANTORO - 51411064
LYDIA CHRISTIANTI - 33412135
STEFANIA SUPANGAT - 11412006
HARTMANN HARDYANTO NGONO - 3515017
NOVIA ANDRIANI WIJAYA - 41412085
DEFTA JAYESENA VALRISANO - 26412075
MICHELLE GLORIA PUDJIANTO - 33412083
YUVITO SANDYTIA RATAG - 33411160
DEVINA FLORENTINA - 33412029
YOHANES ADITYA SUHENDAR - 22412044
SELLY METTA UTOMO - 22412029
RYAN LENGKONG - 25411005
IRENE FELITA - 31412039
HENGKY SUTANDRIO - 37410002
WAHYU CIPTARANI PRANOTO - 22412089
JESSICA VALENCIA - 31412045
ELIA STESIANA KODIAT - 33412060
FRANSISCA XAVERIA VANIA CHRISTINE SETIADIE - 32412004
PUTRI
MONICA RUDY TULUS 37412074
LEONITA THEODORE - 22412068
ERIC WIBISONO WARDAYA - 32411153
JIMMY EFFENDY SUKAMTO - 22412054
CHRISTIAN BUDI SANTOSO - 24411014
PATRICIA ANTONIA SETIADJI - 33412079
MELVIN VALENTINO RUMPUIN - 31409289
TABITHA EUODIA SUSANTO - 51411001
JESSICA OLGA VERBY SOESANTO - 31412023
SIENY LAUW - 32412144
DIANDRA SHAVIRA HARSONO - 51412033
CHRISTIAN ADIE VERNATHA - 21412122
DAVID LAURENTIUS - 37411055
IWAN SOETANTO - 31411293
KEVIN YANWAR - 26412084
LISA MARITSEDA PRAKARSA - 32412097
MARGARETHA LINDA SAMANTHA - 51412085
WILLIAM ONNYXIFORUS PURNOMO - 26412042
STEFANI HARDJOSINGGIH - 22412025
JEMMY WIJAYA SHALIM - 34412040

OLIVIA THEODORE - 35411031
SELVIE OCTAVIA. L - 22412070
TIFFANY NOVITA SETJOADI - 33412038

Pusat Karir akan menghubungi para pemenang untuk menanyakan alamat pengiriman souvenir dan segera mengirimkan souvenir kepada yang bersangkutan.


Selamat untuk para pemenang undian, dan terimakasih atas partisipasinya dalam Tracer Study 2018.

Antonius Widjaya: Fotografer Arsitektur yang Masih Mencari Kesempurnaan

Antonius Widjaya mungkin nama yang masih terdengar asing di telinga kita namun terkenal di kalangan Architecture Photographer di Surabaya. Lulus menyandang gelar S. Ds. dari Universitas Kristen Petra pada 2006, ia langsung membuka konsultan desain interior bersama dengan beberapa teman. Seiring waktu berjalan, mereka menyadari bahwa konsultan desain yang mereka dirikan bukanlah jalan terbaik, melihat kurangnya pengalaman bekerja yang mereka miliki sebagai fresh graduate.

Pria asal Surabaya ini kemudian memfokuskan diri dalam dunia 3D rendering yang telah dikuasainya sejak lama. 3D rendering sendiri merupakan proses menghasilkan gambar berdasar gambar 3 dimensi yang mirip dengan fotografi atau sinematografi. Karirnya berjalan cukup baik dengan klien dari luar negeri yang merupakan pelanggannya saat masih bekerja sebagai konsultan. Namun, ia menyadari bahwa tidak dapat terus berada di zona nyaman dan bergantung hanya pada klien yang sama. Mendapat inspirasi saat mengerjakan 3D rendering dan berbekal hobi fotografi dan ilmu interior yang dimilikinya, pria kelahiran 21 Januari 1984 ini kemudian memberanikan diri masuk ke dalam dunia fotografi sebagai architecture and interior photographer pada 2014.

Berjuang dengan sangat keras, Antonius mulai membeli tutorial online dan bahkan rela memfotokan teman dengan harga hampir gratis di awal karirnya. Bukan usaha yang sia-sia, ia sekarang menjadi salah satu architecture photographer yang dicari. Beberapa klien yang telah memakai jasanya antara lain, PT Sinar Galaxy dan Indonesia Design Magazine. Berbicara mengenai apakah bakat fotografi menjadi salah satu kunci kesuksesannya, mantan ketua Persekutuan Program Studi ini menjawab, “Bagi saya, bakat itu tidak ada; yang ada itu passion. (Saya) menghabiskan banyak waktu di bidang tersebut sampai menjadi bakat. Passion pasti membuka banyak jalan,” tegasnya.

Ketika diitanya mengenai suka duka dalam bidang pekerjaannya, pemilik studio Arch-viz ini mengatakan bahwa pekerjaan ini tidak seperti bekerja karena merupakan hobinya. Di sisi lain, pekerjaan ini juga merupakan bidang pekerjaan baru sehingga belum banyak saingan. Meski demikian, terdapat pula tantangan-tantangan yang berat seperti harus membangun brand sendiri dan banyak orang awam yang kurang paham mengenai dunia architecture photography. “Banyak orang Surabaya yang sulit menerima hal baru. Mereka berpikir kenapa foto arsitektur dan interior harus pakai jasa orang. Difoto sendiri kan bisa,” jelasnya.

Memperluas koneksi melalui teman dan kenalan dari bidang interior merupakan salah satu cara yang ditempuh oleh mantan ketua hima ini. Salah satunya didapat dari melakukan barter dengan temannya, yaitu ia memfotokan dengan cuma-cuma dan hasil fotonya dapat digunakannya untuk promosi. Di sisi lain, memperkuat branding dengan membuat portofolio dan melakukan seminar juga dilakukannya. Salah satu seminarnya adalah seminar workshop fotografi arsitektur yang bekerjasama dengan Vasa Hotel dan Sony.

 Suka duka dan tantangan-tantangan telah dilaluinya dengan berbagai cara hingga sukses. Namun, meskipun telah sukses di usianya yang masih muda, tidak ada sedikitpun rasa sombong dan puas diri. “Selalu rendah hati dan mau belajar, karena saya percaya dalam mencari kesempurnaan merupakan sesuatu yang never ending (tak pernah berakhir –red),” tutupnya saat ditanya mengenai moto hidup.

 

Ditulis oleh :

Maria Cornelia Susanto (22416053)

Maria Olivia Budiman : Penukar Budaya Indonesia dan Korea Selatan

Siapa yang tidak menggemari budaya pop Korea Selatan saat ini? Dari film drama, musik Kpop, dan makanan sudah menjadi hal yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan. Dapat dipastikan dari semua penggemar Kpop ingin bertemu dengan idolanya. Tetapi sedikit yang membayangkan untuk bisa menjadi seorang idola itu sendiri. Lalu bagaimana jika kita benar-benar bisa menjadi idola?

Belajar kebudayaan lain merupakan hal yang disukai Maria Olivia Budiman, atau yang akrab disapa Maria, alumni Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) UK Petra tahun 2007. Ia pernah menjadi leader salah satu girlband Korea pada tahun 2013 yang bernama Sensation of Stage (S.O.S). Wanita asal Surabaya ini dikenal dengan nama Mary ketika menjadi leader di girlband tersebut.

Awalnya, menjadi seorang idola bukanlah karir yang terpikirkan oleh Maria. Perjalanan karirnya dimulai saat Maria bekerja pada sebuah Advertising Agency di Jakarta. Setelah lima bulan bekerja, seorang teman mengajaknya untuk mengikuti audisi idola K-Pop yang diadakan oleh salah satu stasiun TV ternama. Berkat bujukan temannya, Maria mendaftarkan dirinya untuk mengikuti audisi. “Kesempatan tidak datang dua kali, makanya harus digunakan sebaik mungkin,” terangnya. Maria lolos hingga seleksi di Jakarta dan terpilih menjadi bagian dalam 12 finalis acara tersebut.

Kesempatan tersebut benar-benar tidak disia-siakan oleh Maria. Kesukaannya untuk belajar budaya lain membuatnya menandatangani kontrak dengan pihak penyelenggara acara. Maria lantas mendapatkan banyak pengalaman dan wawasan dari perjalanannya di Korea. Setelah mendapatkan pelatihan selama enam bulan, para finalis yang berangkat ke Korea pun dibuatkan girlgroup dan album sesuai dengan kesepakatan awal. Akhirnya pada 2013, S.O.S memulai debutnya dengan status sebagai bintang internasional dibawah Sony Music South Korea.

Tidak hanya menjadi personil sebuah girlband, Maria juga terpilih menjadi Korean Tourism Ambassador perwakilan Indonesia menggantikan Sandra Dewi. Tugas utamanya saat itu adalah memperkenalkan budaya Indonesia sebagai bentuk pertukaran budaya Indonesia dengan budaya Korea. “Dari beberapa hal yang saya jalani di Korea, banyak budaya yang saya pelajari seperti contohnya kedisiplinan, persepsi tentang waktu dan stereotip yang ada tentang masyarakat Korea,” tukasnya. Maria mengaku juga senang bisa belajar budaya dengan masyarakat Korea secara langsung dan dapat membagikannya kepada masyarakat Indonesia.

Hingga pada 2015, Maria memutuskan untuk keluar dari S.O.S karena mulai merasakan ketidakpastian pada masa depannya. Meskipun sudah keluar dari S.O.S, Maria tetap melanjutkan tugasnya sebagai Korean Tourism Ambassador hingga 2016. Setelah Maria melanjutkan karirnya sebagai Social Media Manajer di IDN Media selama dua tahun, ia sekarang merupakan Project Manajer di IDN Media.

Dari berbagai pengalaman jatuh bangun yang ia jalani, Maria menyadari satu hal. Ia mengutip dari Steve Jobs “Connecting the dots”, yang berarti hidup kita adalah titik-titik hitam yang perlu disambung menjadi sebuah gambar besar. Mantan wakil ketua BEM UK Petra periode 2010/2011 ini pun berpesan kepada teman-teman mahasiswa UK Petra untuk meyakini bahwa Tuhan pasti sudah menyiapkan rencana yang baik untuk kita semua.

 

Ditulis oleh :

Hans Christian (51415007)