Petra Career Center
preparing · coaching · connecting

TELUSURI LEBIH LANJUT
128
LOWONGAN KERJA
2.165
EMPLOYER
1.920
JOBSEEKER

TENTANG KAMI

Ditemukan pada tahun 2004 dan setelah diberikannya ijin dari TPSDP (Technological and Professional Skills Development Sector Project), Petra Career Center meluncurkan jasanya di Universitas Kristen Petra pada tanggal 3 Agustus di tahun yang sama. Layanan utama kami diperuntukkan kepada mahasiswa dan lulusan dari berbagai program studi yang berbeda. Mahasiswa kami difasilitasi untuk mempelajari soft skills melalui Petra Career Center Development Programs dengan pendekatan yang menarik dan kreatif, seperti Career Camp, talk-show, workshop, dan lain-lain. Petra Career Center juga memiliki koneksi dengan sejumlah perusahaan kelas atas di mana para lulusan kami memperoleh kesempatan untuk terhubung dengan mereka melalui acara tahunan Pre-Graduation-Day. Acara khusus ini terdiri atas Job Preparation Class, Career Assessment Class, Career Days, Petra Career Fair, Scholarship Days, dan Petra's Best Achievers.

Website kami yang interaktif dapat diakses sejak tahun 2005. Melalui website ini, informasi lowongan kerja dari berbagai perusahaan dipasang di sini, berbagai kegiatan Petra Career Center, dan juga beberapa tulisan dari mahasiswa kami untuk para pengunjung website.

Staff kami dapat dihubungi terkait pendaftaran career consulation baik melalui media online ataupun appointment.

Petra Career Center berharap untuk terus meningkatkan dan mengembangkan mutu layanan kami melalui program-program yang inovatif.

Tim kami

Dra. Lisa Narwastu, M.PSDM
Kepala Petra Career Center
narwastu@petra.ac.id
Jessie Monika, SS
Training Coordinator
jc@petra.ac.id
Dra. Magdalena Ratuhaba, M.PSDM
Employers Relations & Placement Staff
lena@petra.ac.id
Sastra Budiharja, S.Psi
Employers Relations & Placement Coordinator
sastrabs@petra.ac.id
Yulandari, A.Md
Administration
yulan@petra.ac.id
Alfan Stevano, S.Psi
Training Staff
alfan@petra.ac.id
FOKUS PELAYANAN PCC
Preparing
Mempersiapkan Anda memasuki dunia kerja melalui training-training keterampilan kerja dan wirausaha / enterpreneurship

Coaching
Membantu Anda mengenali dan mengembangkan potensi karir yang akan menjadi plus dalam persaingan di dunia kerja

Connecting
Menjembatani Anda dengan dunia Industri

ARTIKEL
One in a Million

            Terdapat banyak pengalaman yang dapat kita peroleh dari waktu ke waktu. Namun, beberapa pengalaman yang unik dan menarik, mungkin hanya akan dijumpai sekali seumur hidup. Salah satu pengalaman yang unik ini adalah saat saya mengikuti Creative Writing. Berawal dari rasa penasaran saya terhadap menulis dan dorongan dari teman saya untuk memperdalam keahlian menulis, saya pun mengikuti kegiatan ini. Tak disangka, kegiatan ini memberikan saya banyak inspirasi dan motivasi untuk lebih menjiwai menulis. Untuk mengetahui bahwa menulis bukan hanya merangkai huruf, namun lebih dari itu, menulis berarti menjiwai setiap kata dan memadu-madankannya sehingga menjadi sebuah kalimat yang utuh.

            Bersama dengan Ang Tek Khun, saya dan para peserta Creative Writing diajak menyusuri genre tulisan, setting, hingga karakter yang ada dalam sebuah tulisan. Tak lupa, plot yang membuat semuanya bergabung dan berjalan beriringan juga dijelaskan secara detail oleh beliau. “Ide itu tidak terlalu penting, eksekusinyalah yang penting,” sebut Ang Tek Khun. Memang patut disadari, bahwa beberapa orang memiliki ide fantastis, namun ketika dihadapkan pada realisasi, merekatidak dapat menghadapinya. Beberapa penggambaran yang dinyatakan oleh Ang Tek Khun cukup membuat kami berpikir kembali dan akhirnya mengangguk-angguk menyetujuinya. Beliau mengatakan, apabila Tukul Arwana dan Adam Levine dimasukkan dalam mesin X-Ray, maka yang terlihat hanyalah tulang-tulangnya saja dan mereka hampir tidak dapat dibedakan. Berbeda dengan melihat mereka tanpa mesin X-Ray, mereka akan terlihat dengan dagingnya, dan amatlah mudah membedakan mereka. Sama seperti tulisan, pembaca tidak butuh ‘tulang’ (ide, red) yang luar biasa, tapi yang dilihat adalah ‘daging’-nya (kata-kata, red). Itulah penggambaran yang disebutkan beliau dalam sesinya.

            Selain Ang Tek Khun, kegiatan ini juga mengundang seorang pembicara yang tak kalah hebatnya, dia adalah Brilliant Yotenaga,founder dari nulisbuku.com. Brilliant boleh dibilang sangat berpengalaman masalah online self publishing berikut tempat untuk self publishing itu sendiri. Mendengar beliau bercerita, membuat saya sadar, bahwa ketika jaman beralih ke era modern, ada banyak hal yang dapat dikembangkan, begitu pula dalam bidang menulis.

            Menulis bukan lagi hanya sekedar di atas kertas, namun menulis dapat dilakukan di media online juga. Banyak sekali hal yang lebih dipermudah dengan adanya media online ini. Ketika menulis sudah tidak berbatas pada media, terkadang kita sendirilah yang membatasinya. Oleh karena itu, menulis butuh passion dan kemauan yang kuat. Alasan Brilliant mulai menulis adalah agar tulisannya bisa diwariskan ke anak-cucunya. Supaya apa yang telah kita tulis, entah tentang masalah atau kesusahan, dapat menjadi saran untuk anak-cucu kita. Demikianlah sesi Creative Writing ditutup.

            Tak berakhir disana, saya dan para peserta diminta untuk membuat draft tentang tulisan yang ingin kami buat. Dari draft tersebut, sepuluh karya terbaik akan dipilih oleh para juri dan diterbitkan menjadi sebuah buku. Benar-benar kesempatan emas yang tidak boleh dilewatkan. Pengumuman kesepuluh pemenang mejadi puncak acara sekaligus akhir Creative Writing. Semoga menulis menjadi semangat dan kekuatan bagi orang-orang yang mendedikasikan diri padanya.

 

Ditulis: Felicia Yanto (25414015)